Urgensi Tauhiullah dalam Kehidupan
Dalah satu ajaran pokok yang ada dalam agama kita adalah ajaran tauhid. Kurang lebih tiga belas tahun ajaran tauhid ini ditegakkanoleh Rosulullah SAW pada periode Makkah, menunjukkan betapa pentingnya ajaran tauhid ini harus tertanam dalam jiwa kita. Dan kita tahu, inti dari ajaran tauhid itu adalah akrar syahadatain; Ashadu anal ilaha illaLlah, wa ashadu anna muhammadar rasulullah; yang mengandung pengertian tidak ada tuhan selain Allah dan penyaksian bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allah.
Pengakuan bahwa Allah sebagai tuhan sekurang-kurangnya diyakini dua agama besar di dunia ini selain islam, yaitu Kristen dan Yahudi meskipun dengan penafsiran yang sangat berbeda dengan penafsiran agama islam. Akan tetapi pangakuan bahwa Muhammad adalah utusan Allah dan sebagai Rasulullah hanyalah diakui oleh Islam saja.
Ajaran tauhidullah yang terkandung dalam kalimat La illaha illaLlah bukan hanya merupakan pengakuan bahwa Allah sebagai pencipta saja, sebab orang musyrikin jahiliah dulu juga mengakui itu.(Q.S. Al Ankabut).
Wa lain saaltahum man khalaqos sanawati wal ardla wa sakkharas syamsa wal qamara layaqulannallahu fa anna yu’ fakun” yang artinya : dan sesungguhnya jika kamu tanyaka kepda mereka: siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukan matahari dan bulan? Tentu mereka akan menjawab Allah. Maka, mengapa mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).
Ketika ditanya kepada mereka, siapa yangmenciptakan siang dan malam, mereka menjawab Allah. Siapa yang menurunkan hujan, mereka menjawab Allah. Dan siapa yang menciptakan menusia dengan hidup dan matinya, maka mereka juga menjawab dangan cepat Allah. Namun mengapa mereka masih menyandang predikat musyrik?
Ternyata pertanyaan dari Al Qur’an selanjutnya yang membuat mereka tersudut. “kalau memang kalian mengatakan bahwa yang Maha Pencipta itu adalah Allah, yang Maha Menghidup-matikan itu Allah, lalu mengapa kalian menyembah pada batu-batu, menyembah pada patung-patung yang kalian buat sendiri?” mengapa kalian percaya bahwa batu-batu itu memiliki keuatan ? mereka terpojok dan berkata “ kami percaya dan menyembah batu ini hanyalah sebagai media untuk mendekatkan diri kepada Allah:.
Ajaran tauhidullah menolak pengakuan mereka yang plin-plan itu. Mereka yang mengakui bahwa Allah sebagai Tuhan yang pantas disembah, tetapi tetap saja mereka menyembah berhala, atau percaya pada patung-patung itu seakan-akan memiliki kekuatan.
Seperti halnya beberapa waktu yang lalu kita dikejutkan dengan adanya fenomea seorang bocah yang mampuh menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan menggunakan media batu, sehingga banyak pasien yang berobat tidak lagi berifikir logis. Mereka mempercayai kekuatan batu tersebut melebihi kekuatan Allah, yang akhirnya menjurus pada prilaku musyrik.
Kaliamat tauhidullah (la illaha illaLlah) pada dasarnya bukan hanya bermakna “la ma’buda illaLlah” (tidak ada yang patut disembah kecuali Allah), tetapi juga bisa bermakna “la mahbuba illaLlah” ( tidak ada yang patut dicintai kecuali Allah). Jadi, artinya ketika kita mencintai seseorang atau benda, kita harus menyadar bahwa kecintaan kita itu hendaklah berada di bawah kdar kecintaan kits terhdap Allah.
Bahkan di dalam Al Qur’an disebutkan bahwa la illaha illaLlah juga bermakna “wa lam yakhsya illaLlah” (tidak ada yang patut ditakuti kecuali Allah). Rasa takut atau rasa gentar terhadap seseorang atau terhadap benda sekalipun, hendaknya tidak mengalahkan rasa takut kita kepada Allah.
Begitulah ajaran tauhid ini sejatinya mengental di dalam jiwa kita. Berjalan melalui aliran darah kita, berdetak mengiringi detak jantung kita. Sehingga prilaku yang tampil dalamkeseharian kira juga menunjukkan nilai-nilai tauhid dalam bidang apapun kita bergerak.
Dalam bidang ekonomi, misalnya: inplementasi ajaran tauhidullah ini dapat kita wujudkan dengan keyakinan antara lain bahwa “ tidak ada yang maha memiliki dan menguasi harta brnda kecuali Allah” kita hanya mempunyai hak pakai, sedangkan hak milik seutuhnya ada dalam genggaman Allah. Jika ini sudah kita sadari, maka kita akan berkeyakinan bahwa di dalam harta benda kita ada hak social, ada hak anak yatim, ada hak fakir miskin dan ada hak para buruh/pegawai kita yang harus kita penuhi dengan cara yang baik.
Ajaran tauhidullah juga tercermin dalam sika dan pandangan politik atau keuasaan. Yaitu bahwa kekuasaan yang ada, dan yang akan kita jalankan pada hakekatnya hanyalah titipan dan amanah Allah SWT.
Di dalam Ali Imran ayat 26 Allah berfirman: yang artinya : katakanlah wahai Tuhan yang mempunyai kekuasaan, engkau beri kekuasaan pada orang yang engkau kehendaki dan Engkau canut kekuasaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engakau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Ditanganmulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Sangat mudahlah bagi Allah menjadikan kita sebagai penguasa atau pejabat, sama mudahnya ketikan Allah ingin mengambilnya dari kita. Maka, orang-orang yang menjadaikan kekuasaan sebagai titipan dan amanat Allah, dia tidak akan mengalami stress, defresi atau bahakan gangguan kejiawaan ketika kekuasaan itu tidak lagi menjadi miliknya. Itu senua karena jiwanya yang selalu tenang dan menerima takdir Allah dengan lapanga dana dan keimanan.
Dalam hal motivasi dan niat, ajaran tauhidullah mengharuskan seluruh motivasi dan niat kita digantungkan penuh hanya kepada Allah. Apapun usaha kita, dimana pun kita bekerja, dibidang apapun itu, kalau pekerjaan kita dimotivasi oleh ridho Allah, tulus beribadah kepada Allah, maka itulah yang dikehendaki oleh nilai-nilai tauhid. Boleh dsaja kita bekerja dengan motivasi menyenangkan orang, tetapi bukan kita harus menjilat, lalu tida bertangguang jawab atau bahkan mencari keuntungan pribadi. Di dalam al isra’ ayat 84: qul kullun ya’malu ‘ala syakilaithi farabbukum a’lamu biman huwa ahda sabila” artinya: katakanla; tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebuh benar jalannya”.
Itulah sekelumit urgensi ajaran tauhidullah dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Barulah kita sadar mengapa Rasulullah sampai harus berjuang tiga belas tahun untuk meletakkan dasar-dasar tauhidullah ini kepada bangsa Arab ketika itu khususya, dan umat islam pada umumnya.
Mari kita instropeksi diri agardalam kehidupan kia di bidang apa saja kita bergerak dan bekerja, jangan pernah duakan Allah, jangan pernah berpaling dari Allah, sebab:
la illaha illaLlah, bermakna tidak ada yang Maha Mencipta kecuali Allah.
La illaha illaLlah, bermakna tidak ada yang patut disembah kecuali Allah.
La illaha illaLlah bermakna tidak ada yang maha berkuasa kecuali Allah.
La illaha illaLlah bermakna tidak ada yang menentukan baik dan buruk kecuali Allah.
La illaha illaLlah bermakna tiadak ada yang patut ditakuti kecuali Allah.
La illaha illaLlah bermakna tidak ada yan menentukan hidu-mati kecuali Allah.
Ajaran tauhidullah ini akan menolak segala sesuatu yang dilakukan dengan tidak mengikutsertakan Allah. Itulah perbuatan maksiat namanya. Maka, ketika berbuat maksiat, sangat dikhawatirkan Allah berpaling dari diri dan kehidupan kita. Mari kita simak sebuah hadits yang muda-mudahan mengugah kesadaran kita untuk menjauhi perbuatan maksiat dalam kehidupan kita. Rasulullah SAW bersabda ;
La yazniz zani hina yazni wa huwa mu’minun. Wa la yasrizus sariqu hina yasriqu wa huwa mu’minun”. Artinya : “tidak berzina seorang pezina itu kecuali ketika berzina mereka tidak beriman. Tidaklah seorang pencuri itu mencuri kecuali ketika mereka mencuri iman mereka diangkat oleh Allah”.
Dengan tafsiran yang sangat sederhana, kita bisa mengatakan bahwa [ada saat seeseorang beraktifitas dengan kemaksiatan, seperti berzina, mencuri, korupsi dan lain-lain, maka pada saat itu iman tersebut sedang tercerabut dari sanubarinya. Lalu, bagaiman kalau pada saat mereka melakoni kemaksiatan itu, mereka jauh dari Allah, jauh dari pesan tauhis, dan pada saat itu mereka meninggal dunia? Na’udzu billahi min dzalik. Padahal Allah senantiasa mengingatkan kita, seperti terekam dalam QS.Ali Imran ; 102; ya ayyuhalladzina amanuttaqullaha haqqo tuqotti wa la tamuunna illa wa antum muslimun. Artinya : “hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Dan janganlah kamu sekali-kali mati melainkan dalam keadaan beragama islam:.
Mudah-mudahan kita terhindar dari kematian yang tidak nilai-nilai dari ajaran tauhid. Amiiieee…….
Labels
- administrasi keuangan (5)
- akuntansi (3)
- belajar bahasa Inggris (1)
- CPNS (4)
- ekonomi kecil (12)
- Ekonomi SMA (14)
- healthy (2)
- Kurikulum 2013 (1)
- nonton TV (1)
- organisasi (3)
- SMK N 1 Lempuing Jaya (1)
- SNMPTN 2013 (3)
- Software (3)
- song lyrics (3)
- strategi pembelajaran (8)
- tausiah agama islam (2)
- tokoh motivasi (1)
Tuesday, 8 September 2009
Sunday, 6 September 2009
Hukum-Hukum dlm Islam
Hukum Islam
1. Mukallaf
orang mukallaf ialah org islam yg dikenai beberapa kewajiban menjalani perintahdan menjauhi larangan agama karena telah dewasa dan berakal sempurna (akil baligh) dan telah mendengarkan seruan Islam.
2. Hukum-Hukum Islam
hukum islam yg juga disebut sbg hukum syara' itu dibagi menjadi lima macam.
a. Wajib, yaitu suatu perkara yg apabila dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan mendapat dosa, misalnya : shalat fardlu lima waktu. Adapun wajib/fardlu bila ditinjau dari segi pelaksanaan dibagi menjadi dua bagian:
1. Wajib 'ain: yaitu sesuatu yg harus dikerjakan oleh setiap orang muslim yg mukallaf, misalnya: shalat lima waktu, puasa di bulan ramadhan, dll.
2. Wajib kifayah: yaitu kewajiban yg telah dianggap cukug apabila telah dikerjakan oleh sebagian dari org mukallaf, dan besdosa seluruhnya bila tidak ada seorangpun dari mukallaf yang mengerjakannya. Contoh: merawat jenazah, menshalati, dan menguburkannya.
2. Sunat atau mandub: yaitu suatu amalan yg apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa. Misalnya: shalat rawatib, tarawih, dll.
Sunat dibagi menjadi dua:
a. Sunnat Mu'akkad: adl amalan yg sangat dianjurkan untuk dikerjakan, e.G: shalat tarawih, shalat hari raya.
b. Sunnat gharu mu'akkad: adl amalan sunat biasa, e.g: shalat qabliah magrib.
3. Haram, yaitu amalan yg apabila dikerjakan mendapat dosa, dan apabila ditinggalkan mendapat pahala. Misalnya, berjudi, mabok, dll.
4. Makruh, yaitu amalan yg apabila dikerjakan tidak berdosa, dan apabila ditinggalkan mendapat pahala. Misai, merokok, dll.
5. Mubah, yaitu amalan yg bila dikerjakan tidak berdosa, dan jika ditinggalkan tidak mendapat pahala, misal: tidur siang dll.
1. Mukallaf
orang mukallaf ialah org islam yg dikenai beberapa kewajiban menjalani perintahdan menjauhi larangan agama karena telah dewasa dan berakal sempurna (akil baligh) dan telah mendengarkan seruan Islam.
2. Hukum-Hukum Islam
hukum islam yg juga disebut sbg hukum syara' itu dibagi menjadi lima macam.
a. Wajib, yaitu suatu perkara yg apabila dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan mendapat dosa, misalnya : shalat fardlu lima waktu. Adapun wajib/fardlu bila ditinjau dari segi pelaksanaan dibagi menjadi dua bagian:
1. Wajib 'ain: yaitu sesuatu yg harus dikerjakan oleh setiap orang muslim yg mukallaf, misalnya: shalat lima waktu, puasa di bulan ramadhan, dll.
2. Wajib kifayah: yaitu kewajiban yg telah dianggap cukug apabila telah dikerjakan oleh sebagian dari org mukallaf, dan besdosa seluruhnya bila tidak ada seorangpun dari mukallaf yang mengerjakannya. Contoh: merawat jenazah, menshalati, dan menguburkannya.
2. Sunat atau mandub: yaitu suatu amalan yg apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa. Misalnya: shalat rawatib, tarawih, dll.
Sunat dibagi menjadi dua:
a. Sunnat Mu'akkad: adl amalan yg sangat dianjurkan untuk dikerjakan, e.G: shalat tarawih, shalat hari raya.
b. Sunnat gharu mu'akkad: adl amalan sunat biasa, e.g: shalat qabliah magrib.
3. Haram, yaitu amalan yg apabila dikerjakan mendapat dosa, dan apabila ditinggalkan mendapat pahala. Misalnya, berjudi, mabok, dll.
4. Makruh, yaitu amalan yg apabila dikerjakan tidak berdosa, dan apabila ditinggalkan mendapat pahala. Misai, merokok, dll.
5. Mubah, yaitu amalan yg bila dikerjakan tidak berdosa, dan jika ditinggalkan tidak mendapat pahala, misal: tidur siang dll.
Sunday, 2 August 2009
bina rangka
.jpg)
everyone have right to take each decision in their own life. and i decided to be one who have everything wanted by most one. i wanna have so much skill in all over side. something that sometimes forgot by anyone, the one ussually too much look and thing what another thought about him. i think, it just making our way going to be confusion and uncomport. so, get back everything you do to the our God Spot, it's will give us feeling comport and confident in everything we do. might.....
Wednesday, 22 July 2009
my mom

this is my mom ...
the greatest one in my life,
she is number one,
she is my hero,
she is my prosucer,
ilove her very much endeed,
mom, will never i let the tears falling from your eyes
each of my breathe i always give to you
you give me life,
you geve me oyur heart,
gave me your everything each breathe in my life.
oyu'r the all of my presious.
Monday, 29 June 2009
proposal education watchfulness
proposal education watchfulness
study execution influence remedial towards result learns student at sman i am indralaya
by:
efran hadi
06061003030
accountancy economy education
science direction social
teachership faculty and education science
university sriwijaya
2009
proposal education watchfulness
study execution influence remedial towards result learns student at sman i am indralaya
by:
efran hadi
06061003030
accountancy economy education
science direction social
approved to menyeminarkan
approve
my guide is guide ii
dra. siti fatimah, m. the drs. djumadiono
nip. 132083432
mengetahiu
study program chairman
accountancy economy education
dra. siti fatimah, m. the
nip. 132083432
proposal watchfulness
study execution influence remedial towards result learns student at sman 1 indralaya
a. background
education is important factor in creats human resource. it is not strange if in this time government gives extra attention in sector this education, begin from obligatory program learns nine year, boss fund belongs book boss, free school program up to tool developments and education infrastructure. sure this matter is attributed to pengmbangan education ins better and can to compete with bations other.
education have a certain quality that is bot merely quality from science aspect, but also belied and entrant fear educates so that later education and development that be balance between also development social at society.
this matter also feeled of vital importance remember adolescent conditon and entrant has educated us in this time in general influenced by latter globalization current has goed on by lea. even less information technology and communication more will bloom to want doesn't want very many menggeluti in life adolescent we. this matter sure must be special attention, because this globalization current is imperative if we don't want to be country remained from bations other atri we must give alternative prevention and tackling towards crisis that with adolescent. , one of them pass pondidi.
education that be base for instruction activity can be done at also at school. but these days school character menjad very big sehubungan with pupil parents bustles and kepercayaann hadpa this resort.
in all education process at school, activity learns to be activity mainest, mean success not it education aim achievement depends on bagaiman process learns that undergone student as pupil. for that, school as oraganisasi individual intellectual container same towards that appointed so that produce entrant has educated good and have a certain quality.
but, in process the execution learns student not always walk at ease sometimes found failure (difficulty learn)s in certain subject and or certain other chapters. result learns at school often mengindikasikan as success size learn student. if student gets good value so he is student doesn't experience difficulty and can be said as a success student in learn while if value that got little so he belongs to student that experience difficulty in learn. difficulty learn that undergone by student can causes to decreased it motivation learns them.
to overcome failure and or difficulties that undergone by student so necessary held efforts to can overcome failure and or difficulties learn.
b. problem formulation
based on explanation above, so troubleshoot in this watchfulness “ how big study execution influence remedial towards result learns student at sman 1 indralaya? ”
c. watchfulness aim
to detect study execution influence remedial towards student result at sman 1 indralaya.
d. watchfulness benefit
as to supposed benefit from this watchfulness:
a. for student, give solution to overcome difficulty learns menghadapainya
b. for teacher, so that teacher can maximise study remedial for students that experience difficulties learn.
c. for school, so that can carry out monitoring and motivation for teacher and student to hold study remedial so that can repair result learn student.
e. book observation
1. explanation learns
learn a effort process that done somebody to get bew behaviour change as a whole, as the experience result self in interaction with the environment. (slmeto, 2003: 2)
follow dalyono (2005: 49) learn can mendefenisikan as a(n) effort or activity that aim to hold change in somebody self, include behaviour change, attitude. habit, science, know-how, and sebagi.
while follow gagne (in slameto, 2003: 13) learn a prosees to get motivation in erudition, know-how, habit and behaviour. learn erudition mastery or keteranpilan that got from instruction.
based on definitions learn above can menyimpulkjan that learn to be a activity that done seseorrang to get erudition and know-how so that produce behaviour change relative menetap as experience result san interaction with the environment.
1.1. factor-faktor that influence to learn
follow slameto(2003: 54) there bebrapa factor that can influence to learn, that is:
a. factor internal
factor internal that is factor that come from within meriindividu that is earning, that is:
1. factor carnal, cover well-being and defect body
2. factor psikologis, cover inteigensi, attention, interest, talent, motive, maturity, and immediacy.
3. factor exhaustion that is body exhaustion shaped lema body and timbil inclination to lay out body and spritual exhaustion that visible with tiredness existence and boredom so that interest and push to produce a certain that lost.
b. factor external
1. family factor, melitputi parents manner educates, customer delivers family member, house atmosphere, family economy conditon, attention from parents, and background kebidayaan.
2. factor school, cover method teaches, curriculum, customer gru with student, student customer with student, discipline school, lesson tool, school time, standard lesson above size, building conditon, method learns, and house task.
3. factor society, cover student activity in society, mass media, friend associates, and society life form.
1.2. aim learns
aim learns among others:
follow sadirman a. m (2001: 26), that is in general aim learns among others:
a. to get erudition
erudition ownership and ability think to be part not detachable. equally we can not mengmbang kemampua think without ingredient pengtahuan.
b. know-how comprehension
will learn to need practices that know-how increase in student self, good that is know-how jamani also spritual know-how.
c. attitude formation
mental attitude formation and prila child will not loose daripemahaman values. therefore, teacher not just teach, but also personate educator and instructor.
follow hamalik (2002: 73) aim has learnt amount of result has learn that demo that student has done deed has learnt usually cover pengtahuan, know-how, and supposed bew attitudes reached by student.
follow widada, et al. aim learns:
a. get changes in entire spritual aspects, body aspect, behaviour, know-how etc.
b. develop personality pattern up at perfecter
c. get penglaman-pengalaman new to fulfil the alive need.
2. study truth remedial
study activity from learn that done by teacher towards the student so that student can has know-how, erudition, and relative behaviour change menetap. study remedial be education service that given to entrant educates to repair accomplishment learn it so that achieve criteria ketuntasan that appointed. to realize study model exertion concept remedial, beforehand necessary payed that education unit level curriculum (ktsp) memberlakukan based on permendiknas 22,23,24 year 2006 and permendiknas no. 6 year 2007 apply study system based on competence, system learns complete, and study system that pay attention entrant individual difference educates. system meants marked with merumuskannya competence standard clear (sk) and competence base (kd) that must be dominated entrant educate. mastery sk and kd every entrant educates to measuresed to use criteria reference evaluation system. if a entrant educates to achieve certain standard so entrant educate to declared achieve ketuntasan.
study execution based on competence and complete study, begun from entrant beginning ability evaluation educates towards competence or matter that be studied. then carried out study uses various method likes lecture, demonstration, collaborative/co-operative study, inkuiri, menykoveri, etc. equip study method is used also various media likes audio media, video, and audiovisual in so many format, begin from audio cassete, slid, video, computer, multimedia, etc. in the middle of study execution or at the (time) of study activity underway, held process evaluation uses various technique and instrument as a mean to detect progress has learnt with how does far entrant mastery educated towards competence that or being studied. by the end of study program, held evaluation formaler shaped daily repetition. daily repetition is meant to determine achievement level learns entrant educates, what a entrant educate to fail or success achieve certain mastery level that formulated at the (time) of study has been planned.
when met entrant existence educated not achieve competence mastery that determined, so appear troubleshoot hit what must be done by educator. one of [the] action that need study program gift remedial or repair. equally, remedial need for entrant educates not yet achieve minimal ability that appointeds in study execution plan. study program gift remedial based on background that educator necessary pay attention entrant individual difference educates.
with memberikannya study remedial for entrant educates not yet achieve level ketuntasan learn, so entrant has educated this need longer time than they are that achieve mastery level. they also necessary go through reappraisal after get study program remedial.
2.1. study principle remedial
study remedial be special treatment gift towards entrant educates that experience obstacle in activity learn it. obstacle that can be in the form of erudition undercommunication and prerequisite know-how or slow in mecapai competence. several principles necessary payed in study remedial as according to in character as special service among others:
1. adaptif
every entrant educates has uniqueness self. therefore study program remedial should make possible entrant educates to learn as according to speed, chance, and style learns each. equally, study remedial must mengakomodasi entrant individual difference educate.
2. interaktif
study remedial should make possible entrant educates to intensively interacted with educator and source learns available. this matter is based on deliberation that activity learns entrant educates has repair necessary always get monitoring and supervision so that known progress learn it. if met entrant existence educates that experience difficulty soon given aid.
3. flexibility in study method and evaluation
in line with uniqueness character and difficulty learns entrant educates that vary, so in study remedial necessary used various method teaches and appropriate evaluation method with entrant characteristics educates.
4. feedback gift as soon as may be
feedback shaped information that given to entrant educates to hit progress learn it necessary given as soon as may be. feedback can has corectional also konfirmatif. with as soon as may be give feedback can be avoided mistake learn long-drawn-out that undergone entrant educates.
5. continuity and availability in service gift
regular study program with study remedial is one unitary, thereby regular study program with remedial must continual and the program always available so that every moment entrant educate can accessing it as according to chance each.
2.2. study execution remedial
study remedial intrinsically aid gift for entrant educates that experience difficulty or delay learns. sehubungan with that, steps necessary done in study gift remedial cover two main steps, that is first mendiagnosis difficulty learns, and second give treatment (treatment) study remedial.
1. mengagnosis difficulty learns
a. aim
mengagnosis difficulty learns meant to detect difficulty level learns entrant educates. difficulty learn distinguishable be light difficulty, and heavy.
• difficulty learns light usually met in entrant educates inattentive at moment follow study.
• difficulty is earning being met in entrant is educating that experience disturbance learns that come from outside entrant self educates, family factor for example, residence environment, association, etc.
• difficulty learns heavy met in entrant educates that experience ketunaan in their self, deaf people for example, poor netra¸tuna daksa, etc.
b. technique
technique that can be used to mendiagnosis difficulty learn among others: prerequisite test (erudition prerequisite, know-how prerequisite), diagnostic test, interview, observation, etc.
• prerequisite test test that used to detect to what prerequisite that need to achieve certain competence mastery is fulfilled or not yet. this prerequisite covers erudition prerequisite and know-how prerequisite.
• diagnostic test is used to detect entrant difficulty educates in dominate certain competence. for example in study number operation, does entrant educate to experience difficulty in increasing competence, reduction, distribution, or multiplication.
• interview is done with hold tongue interaction with entrant educates to dig deeper hit difficulty learns that met entrant educates.
observation (observation) done by way of see accurately behaviour learns entrant educates. from observation supposed knowable also difficulty cause learn entrant educate.
2. study execution form remedial
after known difficulty learns that faced entrant educates, step next give treatment shaped study remedial. study execution forms remedial among others:
• study gift repeats with method and different media. study repeat communicable by matter moderation, presentation manner variation, test/question moderation. study repeats done when a large part or all entrants educates not yet achieve ketuntasan learn or experience difficulty learns. educator necessary give explanation returns by using method and/or media correcter.
• guidance gift peculiarly, guidance for example perorangan. in the case of entrant classical study educates to experience difficulty, necessary chosen alternative follow-up shaped guidance gift individually. guidance gift perorangan be educator character implication as tutor. tutorial system is carried out when found one or several entrants educates not yet success achieve ketuntasan.
• practice duties gift peculiarly. in order to apply reduplication principle, practice duties necessary multiplied so that entrant educates doesn't experience difficulty in do test ends. entrant educates necessary given intensive practice (drill) to helps to dominate competence that appointed.
• tutor utilization coeval. tutor coeval classmate that has speed learns more. they are necessary maked use to give tutorial to the friend that experience delay learns. with friend coeval supposed entrant will educate that experience difficulty learns barer and intimate.
3. study execution time remedial
found several alternative with reference to time or when does study remedial carried out. that question, does study remedial given in every end daily repetition, weekly, end month, middle semester, or end semester. or study remedial that given after entrant educates to study sk or kd certain? study remedial can be given after entrant educate to study kd certain. but because in every sk found several kd, so too much for educator to carry out study remedial every finished study kd certain. remember success indicator learns entrant educates level ketuntasan in achieve sk that consist of several kd, so study remedial can also be given after entrant educate to go through test sk that consist of several kd. this matter is based on deliberation that sk be one ability circularity that consist of several kd. they are not yet achieve mastery sk certain necessary follow study program remedial.
result learns that show competence achievement level passes evaluation is got from process evaluation and result evaluation. process evaluation is got to pass postes, performance test, observation and others. while result evaluation is got to pass daily repetition, repetition middle semester and repetition ends semester.
3. result learns student
every process will learn will reap result will learn. follow jhon m. keller (in mulyono 2003: 39) result learns to be product from a system processing various input shaped informsi.
follow winkel (1999: 53), result learns a way of thinking activities and psiis that in interaktif with environment that produce change in erudition, comprehension, know-how, and value mengap. this change has relative constant, and leave a trace.
result learns information about attitudes erudition and prila with know-how during certain time distance. so result learns not only shaped erudition that accepted somebody in the form of number, but can be in the form of prila or student activities that declared in the form of words, for example: good, enough, and less. (nawawi in yulizar, 2004: 4)
while memyati dam mujiono (2003: 3) declare that result learns to be a result top nelajar, be result from a interaction acts to learn and act to teach and usually at indication with test value that given by teacher.
so dapt be concluded that result learn to be student success size in realize lesson that given by teacher that visible from test value that give in the form of number or score.
4. economy subject
economy term comes from word oikonomeia (greek) that consist of two words that is oikos and nomos. oikos mean household while nomos mean norm or rule. thereby economy means rule hits household. economics is science social. as science social, economics more emphasized the attention points to human and best manners livelihood that prepare various matter according to memadai by make possible everyone to fulfill the need.
also said as science about prila and human action to fulfill need hidupn yes that, and bloom with existing resource passes production activity choices, consumption, and/or distribution. and follow oman (2004) economics science memperlajari human efforts to fulfill alive need and increase the welfare. while follow nurhadi (2002: 2), also be science branch that give explanation about that society phenomenons because human deed in his effort to fulfill need or achieve welfare.
from brbagai opinion above inferential that economics science that study action or prila human in make use limited resource to fulfil the need so that can achieve welfare.
as to economy subject function in curriculum 2004 develop student ability in to berekonomi, by know various fact and economic event, realize concept and theory with practise in break economy problem that at society environment.
besides function the on, also aim to economy subject:
1. supply student with amount of economy concept to detect and understand economic event in life everyday, especially jad at environment setingkat individual/ household, society and country.
2. supply student amount of economy concept that need to deepen economics in stage next
3. supply values student with economy ethics and has businessman soul
4. increase ability berkompetisi and cooperate in compound society, good in also international.
f. watchfulness hypothesis
ha: there study execution influence remedial towards result learns student in economy subject at sman 1 indralaya
ho: there is no study execution influence remedial towards result learns at sman 1 indralaya.
g. metodelogi watchfulness
1. variable watchfulness
variable free (x): study remedial
bound variable (y): result learns
2. operational definition variable
study remedial be repair study that used to overcome and repair difficulty learns that undergone by student. so object from study remedial student that experience difficulty or failure in learn.
result learn to be student success size in realize lesson that given by teacher that visible from test value that give in the form of number or score.
so steps that this watchfulness:
1. do lesson matter delivery to entire students dives thrice tatap face
2. give test/ test towards matter that taught previous.
3. analyze result learn/ student test that meneskan previous, then mengelompo student anatara a success and unsuccessful in test that given.
4. give study remedial for students that experience to difficulty/fail in learn it.
5. give second test to students that experience to difficulty/fail to learn.
6. analyze learn/test result meneskan, then mengelompo a success student and fail in to learn.
7. analyze data that got from steps above.
3. population and watchfulness sample
population can be interpretted as subjek or object that present at one particular area that fulfil certain terms related to watchfulness problem. population in this watchfulness entire students sman 1 indralaya.
sample some of population that taken and can represent population. sample this watchfulness student sman 1 indralaya class x. a and x. b, xi. is. a and xi. is. b, xii. is. a and xii. is. b that experience difficulty in learn that done with method purposive sampling.
4. experiment plan:
this watchfulness uses method pre experimental design with form one-shot case study. in this watchfulness is watchfulness result visible with compare conditon before and after given treatment. as to stages in these watchfulness:
1. preparation stage
a. book study
b. observation at school
c. prepare tool and ingredient, consist of:
• guidebook (package and supporting book) economy lesson sma class x, xi, and xii.
• other related media
2. execution stage
a. maker proposal watchfulness
b. will do instruction at school so that be known sample that we are careful.
3. stage penyelesasian
a. do study remedial for students that experience difficulty in learn.
b. give test in students after given perlakuan(pembelajaran remedial)
c. collecting and data analysis
d. conclude watchfulness result.
5. data collecting technique
a. documentation
this technique is used to get data in general, that is mrngenai student total at sman 1 indralaya. besides this technique has been used to get result data has learnt yan g achieved entrant has educated in economy subject.
b. test
test is done to get result data learns student in economy subject. in this watchfulness uses result test learns sitempat as variable bound that measures student mastery as process result learn.
in this watchfulness, instrument test is measuresed with do validity testing and realibilitas test. validity standard a test is declared in a number coefficient between -1,00 samapi 1,00. validity coefficient countable by using technique kolerasi product moment.
study execution influence remedial towards result learns student at sman i am indralaya
by:
efran hadi
06061003030
accountancy economy education
science direction social
teachership faculty and education science
university sriwijaya
2009
proposal education watchfulness
study execution influence remedial towards result learns student at sman i am indralaya
by:
efran hadi
06061003030
accountancy economy education
science direction social
approved to menyeminarkan
approve
my guide is guide ii
dra. siti fatimah, m. the drs. djumadiono
nip. 132083432
mengetahiu
study program chairman
accountancy economy education
dra. siti fatimah, m. the
nip. 132083432
proposal watchfulness
study execution influence remedial towards result learns student at sman 1 indralaya
a. background
education is important factor in creats human resource. it is not strange if in this time government gives extra attention in sector this education, begin from obligatory program learns nine year, boss fund belongs book boss, free school program up to tool developments and education infrastructure. sure this matter is attributed to pengmbangan education ins better and can to compete with bations other.
education have a certain quality that is bot merely quality from science aspect, but also belied and entrant fear educates so that later education and development that be balance between also development social at society.
this matter also feeled of vital importance remember adolescent conditon and entrant has educated us in this time in general influenced by latter globalization current has goed on by lea. even less information technology and communication more will bloom to want doesn't want very many menggeluti in life adolescent we. this matter sure must be special attention, because this globalization current is imperative if we don't want to be country remained from bations other atri we must give alternative prevention and tackling towards crisis that with adolescent. , one of them pass pondidi.
education that be base for instruction activity can be done at also at school. but these days school character menjad very big sehubungan with pupil parents bustles and kepercayaann hadpa this resort.
in all education process at school, activity learns to be activity mainest, mean success not it education aim achievement depends on bagaiman process learns that undergone student as pupil. for that, school as oraganisasi individual intellectual container same towards that appointed so that produce entrant has educated good and have a certain quality.
but, in process the execution learns student not always walk at ease sometimes found failure (difficulty learn)s in certain subject and or certain other chapters. result learns at school often mengindikasikan as success size learn student. if student gets good value so he is student doesn't experience difficulty and can be said as a success student in learn while if value that got little so he belongs to student that experience difficulty in learn. difficulty learn that undergone by student can causes to decreased it motivation learns them.
to overcome failure and or difficulties that undergone by student so necessary held efforts to can overcome failure and or difficulties learn.
b. problem formulation
based on explanation above, so troubleshoot in this watchfulness “ how big study execution influence remedial towards result learns student at sman 1 indralaya? ”
c. watchfulness aim
to detect study execution influence remedial towards student result at sman 1 indralaya.
d. watchfulness benefit
as to supposed benefit from this watchfulness:
a. for student, give solution to overcome difficulty learns menghadapainya
b. for teacher, so that teacher can maximise study remedial for students that experience difficulties learn.
c. for school, so that can carry out monitoring and motivation for teacher and student to hold study remedial so that can repair result learn student.
e. book observation
1. explanation learns
learn a effort process that done somebody to get bew behaviour change as a whole, as the experience result self in interaction with the environment. (slmeto, 2003: 2)
follow dalyono (2005: 49) learn can mendefenisikan as a(n) effort or activity that aim to hold change in somebody self, include behaviour change, attitude. habit, science, know-how, and sebagi.
while follow gagne (in slameto, 2003: 13) learn a prosees to get motivation in erudition, know-how, habit and behaviour. learn erudition mastery or keteranpilan that got from instruction.
based on definitions learn above can menyimpulkjan that learn to be a activity that done seseorrang to get erudition and know-how so that produce behaviour change relative menetap as experience result san interaction with the environment.
1.1. factor-faktor that influence to learn
follow slameto(2003: 54) there bebrapa factor that can influence to learn, that is:
a. factor internal
factor internal that is factor that come from within meriindividu that is earning, that is:
1. factor carnal, cover well-being and defect body
2. factor psikologis, cover inteigensi, attention, interest, talent, motive, maturity, and immediacy.
3. factor exhaustion that is body exhaustion shaped lema body and timbil inclination to lay out body and spritual exhaustion that visible with tiredness existence and boredom so that interest and push to produce a certain that lost.
b. factor external
1. family factor, melitputi parents manner educates, customer delivers family member, house atmosphere, family economy conditon, attention from parents, and background kebidayaan.
2. factor school, cover method teaches, curriculum, customer gru with student, student customer with student, discipline school, lesson tool, school time, standard lesson above size, building conditon, method learns, and house task.
3. factor society, cover student activity in society, mass media, friend associates, and society life form.
1.2. aim learns
aim learns among others:
follow sadirman a. m (2001: 26), that is in general aim learns among others:
a. to get erudition
erudition ownership and ability think to be part not detachable. equally we can not mengmbang kemampua think without ingredient pengtahuan.
b. know-how comprehension
will learn to need practices that know-how increase in student self, good that is know-how jamani also spritual know-how.
c. attitude formation
mental attitude formation and prila child will not loose daripemahaman values. therefore, teacher not just teach, but also personate educator and instructor.
follow hamalik (2002: 73) aim has learnt amount of result has learn that demo that student has done deed has learnt usually cover pengtahuan, know-how, and supposed bew attitudes reached by student.
follow widada, et al. aim learns:
a. get changes in entire spritual aspects, body aspect, behaviour, know-how etc.
b. develop personality pattern up at perfecter
c. get penglaman-pengalaman new to fulfil the alive need.
2. study truth remedial
study activity from learn that done by teacher towards the student so that student can has know-how, erudition, and relative behaviour change menetap. study remedial be education service that given to entrant educates to repair accomplishment learn it so that achieve criteria ketuntasan that appointed. to realize study model exertion concept remedial, beforehand necessary payed that education unit level curriculum (ktsp) memberlakukan based on permendiknas 22,23,24 year 2006 and permendiknas no. 6 year 2007 apply study system based on competence, system learns complete, and study system that pay attention entrant individual difference educates. system meants marked with merumuskannya competence standard clear (sk) and competence base (kd) that must be dominated entrant educate. mastery sk and kd every entrant educates to measuresed to use criteria reference evaluation system. if a entrant educates to achieve certain standard so entrant educate to declared achieve ketuntasan.
study execution based on competence and complete study, begun from entrant beginning ability evaluation educates towards competence or matter that be studied. then carried out study uses various method likes lecture, demonstration, collaborative/co-operative study, inkuiri, menykoveri, etc. equip study method is used also various media likes audio media, video, and audiovisual in so many format, begin from audio cassete, slid, video, computer, multimedia, etc. in the middle of study execution or at the (time) of study activity underway, held process evaluation uses various technique and instrument as a mean to detect progress has learnt with how does far entrant mastery educated towards competence that or being studied. by the end of study program, held evaluation formaler shaped daily repetition. daily repetition is meant to determine achievement level learns entrant educates, what a entrant educate to fail or success achieve certain mastery level that formulated at the (time) of study has been planned.
when met entrant existence educated not achieve competence mastery that determined, so appear troubleshoot hit what must be done by educator. one of [the] action that need study program gift remedial or repair. equally, remedial need for entrant educates not yet achieve minimal ability that appointeds in study execution plan. study program gift remedial based on background that educator necessary pay attention entrant individual difference educates.
with memberikannya study remedial for entrant educates not yet achieve level ketuntasan learn, so entrant has educated this need longer time than they are that achieve mastery level. they also necessary go through reappraisal after get study program remedial.
2.1. study principle remedial
study remedial be special treatment gift towards entrant educates that experience obstacle in activity learn it. obstacle that can be in the form of erudition undercommunication and prerequisite know-how or slow in mecapai competence. several principles necessary payed in study remedial as according to in character as special service among others:
1. adaptif
every entrant educates has uniqueness self. therefore study program remedial should make possible entrant educates to learn as according to speed, chance, and style learns each. equally, study remedial must mengakomodasi entrant individual difference educate.
2. interaktif
study remedial should make possible entrant educates to intensively interacted with educator and source learns available. this matter is based on deliberation that activity learns entrant educates has repair necessary always get monitoring and supervision so that known progress learn it. if met entrant existence educates that experience difficulty soon given aid.
3. flexibility in study method and evaluation
in line with uniqueness character and difficulty learns entrant educates that vary, so in study remedial necessary used various method teaches and appropriate evaluation method with entrant characteristics educates.
4. feedback gift as soon as may be
feedback shaped information that given to entrant educates to hit progress learn it necessary given as soon as may be. feedback can has corectional also konfirmatif. with as soon as may be give feedback can be avoided mistake learn long-drawn-out that undergone entrant educates.
5. continuity and availability in service gift
regular study program with study remedial is one unitary, thereby regular study program with remedial must continual and the program always available so that every moment entrant educate can accessing it as according to chance each.
2.2. study execution remedial
study remedial intrinsically aid gift for entrant educates that experience difficulty or delay learns. sehubungan with that, steps necessary done in study gift remedial cover two main steps, that is first mendiagnosis difficulty learns, and second give treatment (treatment) study remedial.
1. mengagnosis difficulty learns
a. aim
mengagnosis difficulty learns meant to detect difficulty level learns entrant educates. difficulty learn distinguishable be light difficulty, and heavy.
• difficulty learns light usually met in entrant educates inattentive at moment follow study.
• difficulty is earning being met in entrant is educating that experience disturbance learns that come from outside entrant self educates, family factor for example, residence environment, association, etc.
• difficulty learns heavy met in entrant educates that experience ketunaan in their self, deaf people for example, poor netra¸tuna daksa, etc.
b. technique
technique that can be used to mendiagnosis difficulty learn among others: prerequisite test (erudition prerequisite, know-how prerequisite), diagnostic test, interview, observation, etc.
• prerequisite test test that used to detect to what prerequisite that need to achieve certain competence mastery is fulfilled or not yet. this prerequisite covers erudition prerequisite and know-how prerequisite.
• diagnostic test is used to detect entrant difficulty educates in dominate certain competence. for example in study number operation, does entrant educate to experience difficulty in increasing competence, reduction, distribution, or multiplication.
• interview is done with hold tongue interaction with entrant educates to dig deeper hit difficulty learns that met entrant educates.
observation (observation) done by way of see accurately behaviour learns entrant educates. from observation supposed knowable also difficulty cause learn entrant educate.
2. study execution form remedial
after known difficulty learns that faced entrant educates, step next give treatment shaped study remedial. study execution forms remedial among others:
• study gift repeats with method and different media. study repeat communicable by matter moderation, presentation manner variation, test/question moderation. study repeats done when a large part or all entrants educates not yet achieve ketuntasan learn or experience difficulty learns. educator necessary give explanation returns by using method and/or media correcter.
• guidance gift peculiarly, guidance for example perorangan. in the case of entrant classical study educates to experience difficulty, necessary chosen alternative follow-up shaped guidance gift individually. guidance gift perorangan be educator character implication as tutor. tutorial system is carried out when found one or several entrants educates not yet success achieve ketuntasan.
• practice duties gift peculiarly. in order to apply reduplication principle, practice duties necessary multiplied so that entrant educates doesn't experience difficulty in do test ends. entrant educates necessary given intensive practice (drill) to helps to dominate competence that appointed.
• tutor utilization coeval. tutor coeval classmate that has speed learns more. they are necessary maked use to give tutorial to the friend that experience delay learns. with friend coeval supposed entrant will educate that experience difficulty learns barer and intimate.
3. study execution time remedial
found several alternative with reference to time or when does study remedial carried out. that question, does study remedial given in every end daily repetition, weekly, end month, middle semester, or end semester. or study remedial that given after entrant educates to study sk or kd certain? study remedial can be given after entrant educate to study kd certain. but because in every sk found several kd, so too much for educator to carry out study remedial every finished study kd certain. remember success indicator learns entrant educates level ketuntasan in achieve sk that consist of several kd, so study remedial can also be given after entrant educate to go through test sk that consist of several kd. this matter is based on deliberation that sk be one ability circularity that consist of several kd. they are not yet achieve mastery sk certain necessary follow study program remedial.
result learns that show competence achievement level passes evaluation is got from process evaluation and result evaluation. process evaluation is got to pass postes, performance test, observation and others. while result evaluation is got to pass daily repetition, repetition middle semester and repetition ends semester.
3. result learns student
every process will learn will reap result will learn. follow jhon m. keller (in mulyono 2003: 39) result learns to be product from a system processing various input shaped informsi.
follow winkel (1999: 53), result learns a way of thinking activities and psiis that in interaktif with environment that produce change in erudition, comprehension, know-how, and value mengap. this change has relative constant, and leave a trace.
result learns information about attitudes erudition and prila with know-how during certain time distance. so result learns not only shaped erudition that accepted somebody in the form of number, but can be in the form of prila or student activities that declared in the form of words, for example: good, enough, and less. (nawawi in yulizar, 2004: 4)
while memyati dam mujiono (2003: 3) declare that result learns to be a result top nelajar, be result from a interaction acts to learn and act to teach and usually at indication with test value that given by teacher.
so dapt be concluded that result learn to be student success size in realize lesson that given by teacher that visible from test value that give in the form of number or score.
4. economy subject
economy term comes from word oikonomeia (greek) that consist of two words that is oikos and nomos. oikos mean household while nomos mean norm or rule. thereby economy means rule hits household. economics is science social. as science social, economics more emphasized the attention points to human and best manners livelihood that prepare various matter according to memadai by make possible everyone to fulfill the need.
also said as science about prila and human action to fulfill need hidupn yes that, and bloom with existing resource passes production activity choices, consumption, and/or distribution. and follow oman (2004) economics science memperlajari human efforts to fulfill alive need and increase the welfare. while follow nurhadi (2002: 2), also be science branch that give explanation about that society phenomenons because human deed in his effort to fulfill need or achieve welfare.
from brbagai opinion above inferential that economics science that study action or prila human in make use limited resource to fulfil the need so that can achieve welfare.
as to economy subject function in curriculum 2004 develop student ability in to berekonomi, by know various fact and economic event, realize concept and theory with practise in break economy problem that at society environment.
besides function the on, also aim to economy subject:
1. supply student with amount of economy concept to detect and understand economic event in life everyday, especially jad at environment setingkat individual/ household, society and country.
2. supply student amount of economy concept that need to deepen economics in stage next
3. supply values student with economy ethics and has businessman soul
4. increase ability berkompetisi and cooperate in compound society, good in also international.
f. watchfulness hypothesis
ha: there study execution influence remedial towards result learns student in economy subject at sman 1 indralaya
ho: there is no study execution influence remedial towards result learns at sman 1 indralaya.
g. metodelogi watchfulness
1. variable watchfulness
variable free (x): study remedial
bound variable (y): result learns
2. operational definition variable
study remedial be repair study that used to overcome and repair difficulty learns that undergone by student. so object from study remedial student that experience difficulty or failure in learn.
result learn to be student success size in realize lesson that given by teacher that visible from test value that give in the form of number or score.
so steps that this watchfulness:
1. do lesson matter delivery to entire students dives thrice tatap face
2. give test/ test towards matter that taught previous.
3. analyze result learn/ student test that meneskan previous, then mengelompo student anatara a success and unsuccessful in test that given.
4. give study remedial for students that experience to difficulty/fail in learn it.
5. give second test to students that experience to difficulty/fail to learn.
6. analyze learn/test result meneskan, then mengelompo a success student and fail in to learn.
7. analyze data that got from steps above.
3. population and watchfulness sample
population can be interpretted as subjek or object that present at one particular area that fulfil certain terms related to watchfulness problem. population in this watchfulness entire students sman 1 indralaya.
sample some of population that taken and can represent population. sample this watchfulness student sman 1 indralaya class x. a and x. b, xi. is. a and xi. is. b, xii. is. a and xii. is. b that experience difficulty in learn that done with method purposive sampling.
4. experiment plan:
this watchfulness uses method pre experimental design with form one-shot case study. in this watchfulness is watchfulness result visible with compare conditon before and after given treatment. as to stages in these watchfulness:
1. preparation stage
a. book study
b. observation at school
c. prepare tool and ingredient, consist of:
• guidebook (package and supporting book) economy lesson sma class x, xi, and xii.
• other related media
2. execution stage
a. maker proposal watchfulness
b. will do instruction at school so that be known sample that we are careful.
3. stage penyelesasian
a. do study remedial for students that experience difficulty in learn.
b. give test in students after given perlakuan(pembelajaran remedial)
c. collecting and data analysis
d. conclude watchfulness result.
5. data collecting technique
a. documentation
this technique is used to get data in general, that is mrngenai student total at sman 1 indralaya. besides this technique has been used to get result data has learnt yan g achieved entrant has educated in economy subject.
b. test
test is done to get result data learns student in economy subject. in this watchfulness uses result test learns sitempat as variable bound that measures student mastery as process result learn.
in this watchfulness, instrument test is measuresed with do validity testing and realibilitas test. validity standard a test is declared in a number coefficient between -1,00 samapi 1,00. validity coefficient countable by using technique kolerasi product moment.
proposal penelitian
PROPOSAL PENELITIAN PENDIDIKAN
PENGARUH PELAKSANAAN PEMBELAJARAN REMEDIAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMAN I INDRALAYA
OLEH:
EFRAN HADI
06061003030
PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI
JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOCIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2009
PROPOSAL PENELITIAN PENDIDIKAN
PENGARUH PELAKSANAAN PEMBELAJARAN REMEDIAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMAN I INDRALAYA
OLEH:
EFRAN HADI
06061003030
PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI
JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOCIAL
TELAH DISETUJUI UNTUK DISEMINARKAN
MENYETUJUI
PEMBIMBING I PEMBIMBING II
DRA. SITI FATIMAH, M.SI DRS.DJUMADIONO
NIP.132083432
MENGETAHIU
KETUA PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI
DRA.SITI FATIMAH, M.SI
NIP.132083432
PROPOSAL PENELITIAN
PENGARUH PELAKSANAAN PEMBELAJARAN REMEDIAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMAN 1 INDRALAYA
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan faktor yang penting dalam menciptakan sumber daya manusia. Tak heran jika saat ini pemerintah memberikan perhatian yang ekstra pada sector pendidikan ini, mulai dari program wajib belajar sembilan tahun, dana bos termasuk bos buku, program sekolah gratis hingga pembangunan-pembangunan sarana dan prasarana pendidikan. Tentu hal ini adalah ditujukan untuk pengmbangan pendidikan agar menjadi lebih baik dan mampu bersaing dengan negara-negara lain.
Pendidikan yang berkualitas itu bukan hanya kualitas dari segi ilmu pengetahuan saja, tetapi juga iman dan ketakwaan peserta didik agar nantinya pendidikan dan pembangunan yang terjadi menjadi seimbang antara pembangunan ekonomi maupun pembangunan social di masyarakat.
Hal ini juga dirasakan sangat penting mengingat keadaan remaja dan peserta didik kita saat ini pada umumnya telah terpengaruh oleh arus globalisasi yang belakangan berlangsung dengan sangat cepat. Apalagi teknologi informasi dan komunikasi yang semakin berkembang mau tidak mau akan sangat banyak digeluti pada kehidupan para remaja kita. Hal ini tentu harus menjadi perhatian khusus, karena arus globalisasi ini tak dapat ditolak jika kita tidak mau menjadi negara yang tertinggal dari negara-negara lain yang atrinya kita harus memberikan alternative pencegahan dan penanggulangan terhadap krisis yang terjadi dengan para remaja., salah satunya adalah melalui pondidikan.
Pendidikan yang merupakan dasar bagi kegiatan pengajaran dapat dilakukan di lingkungan keluarga maupun di sekolah. Namun dewasa ini peran sekolah menjad sangat besar sehubungan dengan kesibukan-kesibukan orang tua murid dan kepercayaannnya terhadpa instansi ini.
Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok, yang berarti berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan bergantung bagaiman proses belajar yang dialami siswa sebagai anak didik. Untuk itu, sekolah sebagai oraganisasi adalah wadah intelektual individu yang bekerja sama kearah yang telah ditetapkan sehingga menghasilkan peserta didik yang baik dan berkualitas.
Namun, pada pelaksanaannya proses belajar siswa tidak selalu berjalan dengan lancar kadang ditemukan kegagalan (kesulitan belajar) dalam mata pelajaran tertentu ataupun bab-bab tertentu. Hasil belajar di sekolah sering diindikasikan sebagai ukuran keberhasilan belajar siswa. Jika siswa mendapat nilai yang baik maka dia adalah siswa yang tidak mengalami kesulitan dan dapat dikatakan sebagai siswa yang berhasil dalam belajar sedangkan jika nilai yang didapat kecil maka dia tergolong siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. Kesulitan belajar yang dialami oleh siswa dapat menyebabkan menurunnya motivasi belajar mereka.
Untuk mengatasi kegagalan ataupun kesulitan–kesulitan yang dialami oleh siswa maka perlu diadakan upaya untuk dapat mengatasi kegagalan ataupun kesulitan-kesulitan belajar tersebut.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah “ seberapa besar pengaruh pelaksanaan pembelajaran remedial terhadap hasil belajar siswa di SMAN 1 Indralaya?”
C. TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan pembelajaran remedial terhadap hasil siswa di SMAN 1 Indralaya.
D. MANFAAT PENELITIAN
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
a. bagi siswa, memberikan solusi untuk mengatasi kesulitan belajar yang dihadapainya
b. bagi guru, agar guru dapat memaksimalkan pembelajaran remedial bagi siswa-siswa yang mengalami kesulitan-kesulitan belajar.
c. Bagi sekolah, agar dapat melaksanakan monitoring dan motivasi bagi guru dan siswa untuk mengadakan pembelajaran remedial agar dapat memperbaiki hasil belajar siswa.
E. TINJAUAN PUSTAKA
1. Pengertian Belajar
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. (slmeto,2003:2)
Menurut Dalyono (2005:49) belajar dapat didefenisikan sebagai suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri seseorang, mencakup perubahan tingkah laku, sikap. Kebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sebaginya.
Sedangkan menurut Gagne (dalam Slameto, 2003:13) belajar adalah suatu prosees untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan dan tingkah laku. Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keteranpilan yang diperoleh dari instruksi.
Berdasarkan definisi-definisi belajar di atas dapat disimpulkjan bahwa belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorrang untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan sehingga menghasilkan perubahan tingkah laku yang relative menetap sebagai hasil pengalaman san interaksi dengan lingkungannya.
1.1. Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar
Menurut slameto(2003:54) ada bebrapa factor yang dapat mempengaruhi belajar, yaitu:
A. Factor Intern
Factor intern yaitu factor yang berasal dari dalam diriindividu yang sedang belajar, yaitu :
1. factor jasmaniah, yang meliputi kesehatan dan cacat tubuh
2. factor psikologis, yang meliputi inteigensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan.
3. factor kelelahan yaitu kelelahan jasmani yang berupa lemanya tubuh dan timbil kecenderungan untuk membaringkan tubuh dan kelelahan rohani yang dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu itu hilang.
B. Factor Ekstern
1. Faktor keluarga, yang melitputi cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, perhatian dari orang tua, dan latar belakang kebidayaan.
2. factor sekolah, yang meliputi metode mengajar, kurikulum, relasi gru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, dan tugas rumah.
3. factor masyarakat, yang meliputi kegiatan siswa di dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat.
1.2. Tujuan Belajar
Tujuan belajar antara lain adalah :
Menurut Sadirman A.M (2001:26), bahwa secara umum tujuan belajar antara lain :
a. untuk mendapatkan pengetahuan
pemilikan pengetahuan dan kemampuan berpikir merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan. Dengan kata lain kita tidak dapat mengmbangkan kemampua berpikir tanpa bahan pengtahuan.
b. pemahaman keterampilan
belajar memerlukan latihan-latihan yang akan menambah keterampilan dalam diri siswa, baik itu keterampilan jamani maupun keterampilan rohani.
c. Pembentukan sikap
Pembentukan sikap mental dan prilaku anak tidak akan terlepas daripemahaman nilai-nilai. Oleh karena itu, guru tidak hanya sekedar mengajar, tetapi juga berperan sebagai pendidik dan pelatih.
Menurut hamalik (2002:73) tujuan belajar adalah sejumlah hasil belajar yang menunjukan bahwa siswa telah melakukan perbuatan belajar yang umumnya meliputi pengtahuan, keterampilan, dan sikap-sikap yang baru yang diharapkan tercapai oleh siswa.
Menurut Widada, dkk. Tujuan belajar adalah :
a. memperoleh perubahan-perubahan dalam seluruh aspek kejiwaan, aspek jasmani, tingkah laku, keterampilan dsb.
b. Mengembangkan pola kepribadian ke arah yang lebih sempurna
c. Mendapatkan penglaman-pengalaman baru guna memenuhi kebutuhan hidupnya.
2. Hakikat Pembelajaran Remedial
Pembelajaran adalah kegiatan dari belajar yang dilakukan oleh guru terhadap siswanya agar siswa dapat memiliki keterampilan, pengetahuan, dan perubahan tingkah laku yang relatif menetap. Pembelajaran remedial merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan. Untuk memahami konsep penyelenggaraan model pembelajaran remedial, terlebih dahulu perlu diperhatikan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diberlakukan berdasarkan Permendiknas 22, 23, 24 Tahun 2006 dan Permendiknas No. 6 Tahun 2007 menerapkan sistem pembelajaran berbasis kompetensi, sistem belajar tuntas, dan sistem pembelajaran yang memperhatikan perbedaan individual peserta didik. Sistem dimaksud ditandai dengan dirumuskannya secara jelas standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai peserta didik. Penguasaan SK dan KD setiap peserta didik diukur menggunakan sistem penilaian acuan kriteria. Jika seorang peserta didik mencapai standar tertentu maka peserta didik dinyatakan telah mencapai ketuntasan.
Pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, dimulai dari penilaian kemampuan awal peserta didik terhadap kompetensi atau materi yang akan dipelajari. Kemudian dilaksanakan pembelajaran menggunakan berbagai metode seperti ceramah, demonstrasi, pembelajaran kolaboratif/kooperatif, inkuiri, diskoveri, dsb. Melengkapi metode pembelajaran digunakan juga berbagai media seperti media audio, video, dan audiovisual dalam berbagai format, mulai dari kaset audio, slide, video, komputer, multimedia, dsb. Di tengah pelaksanaan pembelajaran atau pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung, diadakan penilaian proses menggunakan berbagai teknik dan instrumen dengan tujuan untuk mengetahui kemajuan belajar serta seberapa jauh penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah atau sedang dipelajari. Pada akhir program pembelajaran, diadakan penilaian yang lebih formal berupa ulangan harian. Ulangan harian dimaksudkan untuk menentukan tingkat pencapaian belajar peserta didik, apakah seorang peserta didik gagal atau berhasil mencapai tingkat penguasaan tertentu yang telah dirumuskan pada saat pembelajaran direncanakan.
Apabila dijumpai adanya peserta didik yang tidak mencapai penguasaan kompetensi yang telah ditentukan, maka muncul permasalahan mengenai apa yang harus dilakukan oleh pendidik. Salah satu tindakan yang diperlukan adalah pemberian program pembelajaran remedial atau perbaikan. Dengan kata lain, remedial diperlukan bagi peserta didik yang belum mencapai kemampuan minimal yang ditetapkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Pemberian program pembelajaran remedial didasarkan atas latar belakang bahwa pendidik perlu memperhatikan perbedaan individual peserta didik.
Dengan diberikannya pembelajaran remedial bagi peserta didik yang belum mencapai tingkat ketuntasan belajar, maka peserta didik ini memerlukan waktu lebih lama daripada mereka yang telah mencapai tingkat penguasaan. Mereka juga perlu menempuh penilaian kembali setelah mendapatkan program pembelajaran remedial.
2.1. Prinsip Pembelajaran Remedial
Pembelajaran remedial merupakan pemberian perlakuan khusus terhadap peserta didik yang mengalami hambatan dalam kegiatan belajarnya. Hambatan yang terjadi dapat berupa kurangnya pengetahuan dan keterampilan prasyarat atau lambat dalam mecapai kompetensi. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran remedial sesuai dengan sifatnya sebagai pelayanan khusus antara lain:
1. Adaptif
Setiap peserta didik memiliki keunikan sendiri-sendiri. Oleh karena itu program pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecepatan, kesempatan, dan gaya belajar masing-masing. Dengan kata lain, pembelajaran remedial harus mengakomodasi perbedaan individual peserta didik.
2. Interaktif
Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk secara intensif berinteraksi dengan pendidik dan sumber belajar yang tersedia. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa kegiatan belajar peserta didik yang bersifat perbaikan perlu selalu mendapatkan monitoring dan pengawasan agar diketahui kemajuan belajarnya. Jika dijumpai adanya peserta didik yang mengalami kesulitan segera diberikan bantuan.
3. Fleksibilitas dalam Metode Pembelajaran dan Penilaian
Sejalan dengan sifat keunikan dan kesulitan belajar peserta didik yang berbeda-beda, maka dalam pembelajaran remedial perlu digunakan berbagai metode mengajar dan metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
4. Pemberian Umpan Balik Sesegera Mungkin
Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada peserta didik mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin. Umpan balik dapat bersifat korektif maupun konfirmatif. Dengan sesegera mungkin memberikan umpan balik dapat dihindari kekeliruan belajar yang berlarut-larut yang dialami peserta didik.
5. Kesinambungan dan Ketersediaan dalam Pemberian Pelayanan
Program pembelajaran reguler dengan pembelajaran remedial merupakan satu kesatuan, dengan demikian program pembelajaran reguler dengan remedial harus berkesinambungan dan programnya selalu tersedia agar setiap saat peserta didik dapat mengaksesnya sesuai dengan kesempatan masing-masing.
2.2. Pelaksanaan Pembelajaran Remedial
Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar. Sehubungan dengan itu, langkah-langkah yang perlu dikerjakan dalam pemberian pembelajaran remedial meliputi dua langkah pokok, yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar, dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial.
1. Diagnosis Kesulitan Belajar
a. Tujuan
Diagnosis kesulitan belajar dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar peserta didik. Kesulitan belajar dapat dibedakan menjadi kesulitan ringan, sedang dan berat.
• Kesulitan belajar ringan biasanya dijumpai pada peserta didik yang kurang perhatian di saat mengikuti pembelajaran.
• Kesulitan belajar sedang dijumpai pada peserta didik yang mengalami gangguan belajar yang berasal dari luar diri peserta didik, misalnya faktor keluarga, lingkungan tempat tinggal, pergaulan, dsb.
• Kesulitan belajar berat dijumpai pada peserta didik yang mengalami ketunaan pada diri mereka, misalnya tuna rungu, tuna netra¸tuna daksa, dsb.
b. Teknik
Teknik yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kesulitan belajar antara lain: tes prasyarat (prasyarat pengetahuan, prasyarat keterampilan), tes diagnostik, wawancara, pengamatan, dsb.
• Tes prasyarat adalah tes yang digunakan untuk mengetahui apakah prasyarat yang diperlukan untuk mencapai penguasaan kompetensi tertentu terpenuhi atau belum. Prasyarat ini meliputi prasyarat pengetahuan dan prasyarat keterampilan.
• Tes diagnostik digunakan untuk mengetahui kesulitan peserta didik dalam menguasai kompetensi tertentu. Misalnya dalam mempelajari operasi bilangan, apakah peserta didik mengalami kesulitan pada kompetensi penambahan, pengurangan, pembagian, atau perkalian.
• Wawancara dilakukan dengan mengadakan interaksi lisan dengan peserta didik untuk menggali lebih dalam mengenai kesulitan belajar yang dijumpai peserta didik.
Pengamatan (observasi) dilakukan dengan jalan melihat secara cermat perilaku belajar peserta didik. Dari pengamatan tersebut diharapkan dapat diketahui jenis maupun penyebab kesulitan belajar peserta didik.
2. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial
Setelah diketahui kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik, langkah berikutnya adalah memberikan perlakuan berupa pembelajaran remedial. Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial antara lain:
• Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda. Pembelajaran ulang dapat disampaikan dengan cara penyederhanaan materi, variasi cara penyajian, penyederhanaan tes/pertanyaan. Pembelajaran ulang dilakukan bilamana sebagian besar atau semua peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar atau mengalami kesulitan belajar. Pendidik perlu memberikan penjelasan kembali dengan menggunakan metode dan/atau media yang lebih tepat.
• Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan. Dalam hal pembelajaran klasikal peserta didik mengalami kesulitan, perlu dipilih alternatif tindak lanjut berupa pemberian bimbingan secara individual. Pemberian bimbingan perorangan merupakan implikasi peran pendidik sebagai tutor. Sistem tutorial dilaksanakan bilamana terdapat satu atau beberapa peserta didik yang belum berhasil mencapai ketuntasan.
• Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus. Dalam rangka menerapkan prinsip pengulangan, tugas-tugas latihan perlu diperbanyak agar peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan tes akhir. Peserta didik perlu diberi latihan intensif (drill) untuk membantu menguasai kompetensi yang ditetapkan.
• Pemanfaatan tutor sebaya. Tutor sebaya adalah teman sekelas yang memiliki kecepatan belajar lebih. Mereka perlu dimanfaatkan untuk memberikan tutorial kepada rekannya yang mengalami kelambatan belajar. Dengan teman sebaya diharapkan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar akan lebih terbuka dan akrab.
3. Waktu Pelaksanaan Pembelajaran Remedial
Terdapat beberapa alternatif berkenaan dengan waktu atau kapan pembelajaran remedial dilaksanakan. Pertanyaan yang timbul, apakah pembelajaran remedial diberikan pada setiap akhir ulangan harian, mingguan, akhir bulan, tengah semester, atau akhir semester. Ataukah pembelajaran remedial itu diberikan setelah peserta didik mempelajari SK atau KD tertentu? Pembelajaran remedial dapat diberikan setelah peserta didik mempelajari KD tertentu. Namun karena dalam setiap SK terdapat beberapa KD, maka terlalu sulit bagi pendidik untuk melaksanakan pembelajaran remedial setiap selesai mempelajari KD tertentu. Mengingat indikator keberhasilan belajar peserta didik adalah tingkat ketuntasan dalam mencapai SK yang terdiri dari beberapa KD, maka pembelajaran remedial dapat juga diberikan setelah peserta didik menempuh tes SK yang terdiri dari beberapa KD. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa SK merupakan satu kebulatan kemampuan yang terdiri dari beberapa KD. Mereka yang belum mencapai penguasaan SK tertentu perlu mengikuti program pembelajaran remedial.
Hasil belajar yang menunjukkan tingkat pencapaian kompetensi melalui penilaian diperoleh dari penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses diperoleh melalui postes, tes kinerja, observasi dan lain-lain. Sedangkan penilaian hasil diperoleh melalui ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester.
3. Hasil Belajar Siswa
Setiap proses belajar akan menuai hasil belajar. Menurut Jhon M. Keller (dalam Mulyono 2003:39) hasil belajar merupakan keluaran dari suatu system pemrosesan berbagai masukan yang berupa informsi.
Menurut Winkel (1999:53), hasil belajar adalah suatu aktifitas mental dan psiis yang berlangsung dalam interaktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai dikap. Perubahan ini bersifat relative konstan, dan berbekas.
Hasil belajar adalah informasi tentang pengetahuan sikap-sikap dan prilaku serta keterampilan selama rentang waktu tertentu. jadi hasil belajar tidak hanya berupa pengetahuan yang diterima seseorang dalam bentuk angka, namun dapat berupa prilaku atau aktifitas siswa yang dinyatakan dalam bentuk kata-kata, misalnya : baik, cukup, dan kurang. (Nawawi dalam Yulizar, 2004:4)
Sedangkan Dimyati dam Mujiono (2003:3) menyatakan bahwa hasil belajar merupakan suatu puncak hasil nelajar, yang merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar dan biasanya di tunjukan dengan nilai tes yang diberikan oleh guru.
Jadi dapt disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan ukuran keberhasilan siswa dalam memahami pelajaran yang diberikan oleh guru yang dapat dilihat dari nilai tes yang diberikan dalam bentuk angka atau skor.
4. Mata Pelajaran Ekonomi
Istilah ekonomi berasal dari kata oikonomeia (yunani) yang terdiri dari dua kata yaitu oikos dan nomos. Oikos berarti rumah tangga sedangkan nomos berarti norma atau aturan. Dengan demikian ekonomi berarti aturan mengenai rumah tangga. Ilmu ekonomi merupakan ilmu social. Sebagai ilmu social, ilmu ekonomi lebih menekankan titik perhatiannya kepada manusia dan pencarian cara-cara terbaik yang menyediakan berbagai materi secara memadai demi memungkinkan setiap orang untuk memenuhi kebutuhannya.
Ilmu ekonomi juga dikatakan sebagai ilmu tentang prilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupn ya yang bervariasi, dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi, konsumsi, dan/atau distribusi. Dan menurut Oman (2004) ilmu ekonomi adalah ilmu yang memperlajari daya upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraannya. Sedangkan menurut Nurhadi (2002:2), ilmu ekonomi juga merupakan cabang ilmu pengetahuan yang memberikan pengertian tentang gejala-gejala masyarakat yang timbul karena perbuatan manusia dalam usaha nya untuk memenuhi kebutuhan atau mencapai kemakmuran.
Dari brbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tindakan atau prilaku manusia dalam memanfaatkan sumber daya yang terbatas guna memenuhi kebutuhannya sehingga dapat mencapai kemakmuran.
Adapun fungsi mata pelajaran ekonomi dalam kurikulum 2004 adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam untuk berekonomi, dengan cara mengenal berbagai kenyataan dan peristiwa ekonomi, memahami konsep dan teori serta berlatih dalam memecahkan masalah ekonomi yang terjadi di lingkungan masyarakat.
Selain fungsi si atas, mata pelajaran ekonomi juga bertujuan untuk:
1. membekali siswa dengan sejumlah konsep ekonomi untuk mengetahui dan mengerti peristiwa ekonomi dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang terjad di lingkungan setingkat individu/ rumah tangga, masyarakat dan negara.
2. membekali siswa sejumlah konsep ekonomi yang diperlukan untuk mendalami ilmu ekonomi pada jenjang berikutnya
3. membekali siswa nilai-nilai serta etika ekonomi dan memiliki jiwa wirausaha
4. meningkatkan kemampuan berkompetisi dan bekerja sama dalam masyarakat yang majemuk, baik dalam skala nasional maupun internasional.
F. Hipotesis Penelitian
Ha: ada pengaruh pelaksanaan pembelajaran remedial terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Indralaya
Ho: tidak ada pengaruh pelaksanaan pembelajaran remedial terhadap hasil belajar di SMAN 1 Indralaya.
G.Metodelogi Penelitian
1. Variable Penelitian
Variable bebas (X) : Pembelajaran Remedial
Variabel terikat (Y) : hasil belajar
2. Definisi Operasional Variable
Pembelajaran remedial merupakan pembelajaran perbaikan yang digunakan untuk mengatasi dan memperbaiki kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Jadi objek dari pembelajaran remedial adalah siswa yang mengalami kesulitan atau kegagalan dalam belajar.
Hasil belajar merupakan ukuran keberhasilan siswa dalam memahami pelajaran yang diberikan oleh guru yang dapat dilihat dari nilai tes yang diberikan dalam bentuk angka atau skor.
Jadi langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah :
1. Melakukan penyampaian materi pelajaran kepada seluruh siswa selam tiga kali tatap muka
2. memberikan tes/ ujian terhadap materi yang telah diajarkan sebelumnya.
3. menganalisis hasil belajar/ ujian siswa yang telah diteskan sebelumnya, lalu mengelompokan siswa anatara yang berhasil dan yang gagal dalam tes yang telah diberikan.
4. memberikan pembelajaran remedial bagi siswa-siswa yang mengalami kesulitan/gagal dalam belajarnya.
5. memberikan tes kedua kepada siswa-siswa yang mengalami kesulitan/gagal belajar.
6. menganalisis hasil belajar/ujian yang diteskan, kemudian mengelompokan siswa yang berhasil dan gagal dalam belajar.
7. menganalisis data yang didapat dari langkah-langkah di atas.
3. Populasi Dan Sampel Penelitian
Populasi dapat diartikan sebagai subjek atau objek yang berada pada suatu wilayah yang memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 1 Indralaya.
Sample adalah sebagian dari populasi yang diambil dan dapat mewakili populasi. Sample penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Indralaya kelas X.A dan X.B, XI.IS.A dan XI.IS.B, XII.IS.A dan XII.IS.B yang mengalami kesulitan dalam belajar yang dilakukan dengan metode purposive sampling.
4. Rancangan Eksperimen:
Penelitian ini menggunakan metode Pre Experimental design dengan bentuk one-shot case study. Dalam penelitian ini hasil penelitian dapat dilihat dengan membandingkan keadaan sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Adapun tahap-tahap dalam penelitian ini adalah :
1. Tahap persiapan
a. studi pustaka
b. observasi di sekolah
c. menyiapkan alat dan bahan, yang terdiri dari :
• buku panduan (paket dan buku penunjang) pelajaran ekonomi SMA kelas X, XI, dan XII.
• media lain yang berhubungan
2. Tahap pelaksanaan
a. pembuatan proposal penelitian
b. melakukan pengajaran di sekolah agar diketahui sample yang akan kita teliti.
3. Tahap penyelesasian
a. melakukan pembelajaran remedial bagi siswa-siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.
b. Memberikan tes pada siswa-siswa tersebut setelah diberi perlakuan(pembelajaran remedial)
c. Pengumpulan dan analisis data
d. Menyimpulkan hasil penelitian.
5. teknik pengumpulan data
a. dokumentasi
teknik ini digunakan untuk memperoleh data secara umum, yaitu mrngenai jumlah siswa di SMAN 1 Indralaya. Selain itu teknik ini digunakan untuk memperoleh data hasil belajar yan g telah dicapai peserta didik pada mata pelajaran ekonomi.
b. Tes
Tes dilakukan untuk memperoleh data hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi. Dalam penelitian ini menggunakan tes hasil belajar yang sitempatkan sebagai variable terikat yang mengukur penguasaan siswa sebagai hasil proses belajar.
Dalam penelitian ini, instrument tes diukur dengan melakukan pengujian validitas dan realibilitas tes. Taraf validitas suatu tes dinyatakan dalam suatu koefisien bilangan antara -1,00 samapi 1,00. koefisien validitas dapat dihitung dengan menggunakan teknik kolerasi product moment.
r
PENGARUH PELAKSANAAN PEMBELAJARAN REMEDIAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMAN I INDRALAYA
OLEH:
EFRAN HADI
06061003030
PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI
JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOCIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2009
PROPOSAL PENELITIAN PENDIDIKAN
PENGARUH PELAKSANAAN PEMBELAJARAN REMEDIAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMAN I INDRALAYA
OLEH:
EFRAN HADI
06061003030
PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI
JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOCIAL
TELAH DISETUJUI UNTUK DISEMINARKAN
MENYETUJUI
PEMBIMBING I PEMBIMBING II
DRA. SITI FATIMAH, M.SI DRS.DJUMADIONO
NIP.132083432
MENGETAHIU
KETUA PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI
DRA.SITI FATIMAH, M.SI
NIP.132083432
PROPOSAL PENELITIAN
PENGARUH PELAKSANAAN PEMBELAJARAN REMEDIAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMAN 1 INDRALAYA
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan faktor yang penting dalam menciptakan sumber daya manusia. Tak heran jika saat ini pemerintah memberikan perhatian yang ekstra pada sector pendidikan ini, mulai dari program wajib belajar sembilan tahun, dana bos termasuk bos buku, program sekolah gratis hingga pembangunan-pembangunan sarana dan prasarana pendidikan. Tentu hal ini adalah ditujukan untuk pengmbangan pendidikan agar menjadi lebih baik dan mampu bersaing dengan negara-negara lain.
Pendidikan yang berkualitas itu bukan hanya kualitas dari segi ilmu pengetahuan saja, tetapi juga iman dan ketakwaan peserta didik agar nantinya pendidikan dan pembangunan yang terjadi menjadi seimbang antara pembangunan ekonomi maupun pembangunan social di masyarakat.
Hal ini juga dirasakan sangat penting mengingat keadaan remaja dan peserta didik kita saat ini pada umumnya telah terpengaruh oleh arus globalisasi yang belakangan berlangsung dengan sangat cepat. Apalagi teknologi informasi dan komunikasi yang semakin berkembang mau tidak mau akan sangat banyak digeluti pada kehidupan para remaja kita. Hal ini tentu harus menjadi perhatian khusus, karena arus globalisasi ini tak dapat ditolak jika kita tidak mau menjadi negara yang tertinggal dari negara-negara lain yang atrinya kita harus memberikan alternative pencegahan dan penanggulangan terhadap krisis yang terjadi dengan para remaja., salah satunya adalah melalui pondidikan.
Pendidikan yang merupakan dasar bagi kegiatan pengajaran dapat dilakukan di lingkungan keluarga maupun di sekolah. Namun dewasa ini peran sekolah menjad sangat besar sehubungan dengan kesibukan-kesibukan orang tua murid dan kepercayaannnya terhadpa instansi ini.
Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok, yang berarti berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan bergantung bagaiman proses belajar yang dialami siswa sebagai anak didik. Untuk itu, sekolah sebagai oraganisasi adalah wadah intelektual individu yang bekerja sama kearah yang telah ditetapkan sehingga menghasilkan peserta didik yang baik dan berkualitas.
Namun, pada pelaksanaannya proses belajar siswa tidak selalu berjalan dengan lancar kadang ditemukan kegagalan (kesulitan belajar) dalam mata pelajaran tertentu ataupun bab-bab tertentu. Hasil belajar di sekolah sering diindikasikan sebagai ukuran keberhasilan belajar siswa. Jika siswa mendapat nilai yang baik maka dia adalah siswa yang tidak mengalami kesulitan dan dapat dikatakan sebagai siswa yang berhasil dalam belajar sedangkan jika nilai yang didapat kecil maka dia tergolong siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. Kesulitan belajar yang dialami oleh siswa dapat menyebabkan menurunnya motivasi belajar mereka.
Untuk mengatasi kegagalan ataupun kesulitan–kesulitan yang dialami oleh siswa maka perlu diadakan upaya untuk dapat mengatasi kegagalan ataupun kesulitan-kesulitan belajar tersebut.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah “ seberapa besar pengaruh pelaksanaan pembelajaran remedial terhadap hasil belajar siswa di SMAN 1 Indralaya?”
C. TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan pembelajaran remedial terhadap hasil siswa di SMAN 1 Indralaya.
D. MANFAAT PENELITIAN
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
a. bagi siswa, memberikan solusi untuk mengatasi kesulitan belajar yang dihadapainya
b. bagi guru, agar guru dapat memaksimalkan pembelajaran remedial bagi siswa-siswa yang mengalami kesulitan-kesulitan belajar.
c. Bagi sekolah, agar dapat melaksanakan monitoring dan motivasi bagi guru dan siswa untuk mengadakan pembelajaran remedial agar dapat memperbaiki hasil belajar siswa.
E. TINJAUAN PUSTAKA
1. Pengertian Belajar
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. (slmeto,2003:2)
Menurut Dalyono (2005:49) belajar dapat didefenisikan sebagai suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri seseorang, mencakup perubahan tingkah laku, sikap. Kebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sebaginya.
Sedangkan menurut Gagne (dalam Slameto, 2003:13) belajar adalah suatu prosees untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan dan tingkah laku. Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keteranpilan yang diperoleh dari instruksi.
Berdasarkan definisi-definisi belajar di atas dapat disimpulkjan bahwa belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorrang untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan sehingga menghasilkan perubahan tingkah laku yang relative menetap sebagai hasil pengalaman san interaksi dengan lingkungannya.
1.1. Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar
Menurut slameto(2003:54) ada bebrapa factor yang dapat mempengaruhi belajar, yaitu:
A. Factor Intern
Factor intern yaitu factor yang berasal dari dalam diriindividu yang sedang belajar, yaitu :
1. factor jasmaniah, yang meliputi kesehatan dan cacat tubuh
2. factor psikologis, yang meliputi inteigensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan.
3. factor kelelahan yaitu kelelahan jasmani yang berupa lemanya tubuh dan timbil kecenderungan untuk membaringkan tubuh dan kelelahan rohani yang dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu itu hilang.
B. Factor Ekstern
1. Faktor keluarga, yang melitputi cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, perhatian dari orang tua, dan latar belakang kebidayaan.
2. factor sekolah, yang meliputi metode mengajar, kurikulum, relasi gru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, dan tugas rumah.
3. factor masyarakat, yang meliputi kegiatan siswa di dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat.
1.2. Tujuan Belajar
Tujuan belajar antara lain adalah :
Menurut Sadirman A.M (2001:26), bahwa secara umum tujuan belajar antara lain :
a. untuk mendapatkan pengetahuan
pemilikan pengetahuan dan kemampuan berpikir merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan. Dengan kata lain kita tidak dapat mengmbangkan kemampua berpikir tanpa bahan pengtahuan.
b. pemahaman keterampilan
belajar memerlukan latihan-latihan yang akan menambah keterampilan dalam diri siswa, baik itu keterampilan jamani maupun keterampilan rohani.
c. Pembentukan sikap
Pembentukan sikap mental dan prilaku anak tidak akan terlepas daripemahaman nilai-nilai. Oleh karena itu, guru tidak hanya sekedar mengajar, tetapi juga berperan sebagai pendidik dan pelatih.
Menurut hamalik (2002:73) tujuan belajar adalah sejumlah hasil belajar yang menunjukan bahwa siswa telah melakukan perbuatan belajar yang umumnya meliputi pengtahuan, keterampilan, dan sikap-sikap yang baru yang diharapkan tercapai oleh siswa.
Menurut Widada, dkk. Tujuan belajar adalah :
a. memperoleh perubahan-perubahan dalam seluruh aspek kejiwaan, aspek jasmani, tingkah laku, keterampilan dsb.
b. Mengembangkan pola kepribadian ke arah yang lebih sempurna
c. Mendapatkan penglaman-pengalaman baru guna memenuhi kebutuhan hidupnya.
2. Hakikat Pembelajaran Remedial
Pembelajaran adalah kegiatan dari belajar yang dilakukan oleh guru terhadap siswanya agar siswa dapat memiliki keterampilan, pengetahuan, dan perubahan tingkah laku yang relatif menetap. Pembelajaran remedial merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan. Untuk memahami konsep penyelenggaraan model pembelajaran remedial, terlebih dahulu perlu diperhatikan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diberlakukan berdasarkan Permendiknas 22, 23, 24 Tahun 2006 dan Permendiknas No. 6 Tahun 2007 menerapkan sistem pembelajaran berbasis kompetensi, sistem belajar tuntas, dan sistem pembelajaran yang memperhatikan perbedaan individual peserta didik. Sistem dimaksud ditandai dengan dirumuskannya secara jelas standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai peserta didik. Penguasaan SK dan KD setiap peserta didik diukur menggunakan sistem penilaian acuan kriteria. Jika seorang peserta didik mencapai standar tertentu maka peserta didik dinyatakan telah mencapai ketuntasan.
Pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, dimulai dari penilaian kemampuan awal peserta didik terhadap kompetensi atau materi yang akan dipelajari. Kemudian dilaksanakan pembelajaran menggunakan berbagai metode seperti ceramah, demonstrasi, pembelajaran kolaboratif/kooperatif, inkuiri, diskoveri, dsb. Melengkapi metode pembelajaran digunakan juga berbagai media seperti media audio, video, dan audiovisual dalam berbagai format, mulai dari kaset audio, slide, video, komputer, multimedia, dsb. Di tengah pelaksanaan pembelajaran atau pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung, diadakan penilaian proses menggunakan berbagai teknik dan instrumen dengan tujuan untuk mengetahui kemajuan belajar serta seberapa jauh penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah atau sedang dipelajari. Pada akhir program pembelajaran, diadakan penilaian yang lebih formal berupa ulangan harian. Ulangan harian dimaksudkan untuk menentukan tingkat pencapaian belajar peserta didik, apakah seorang peserta didik gagal atau berhasil mencapai tingkat penguasaan tertentu yang telah dirumuskan pada saat pembelajaran direncanakan.
Apabila dijumpai adanya peserta didik yang tidak mencapai penguasaan kompetensi yang telah ditentukan, maka muncul permasalahan mengenai apa yang harus dilakukan oleh pendidik. Salah satu tindakan yang diperlukan adalah pemberian program pembelajaran remedial atau perbaikan. Dengan kata lain, remedial diperlukan bagi peserta didik yang belum mencapai kemampuan minimal yang ditetapkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Pemberian program pembelajaran remedial didasarkan atas latar belakang bahwa pendidik perlu memperhatikan perbedaan individual peserta didik.
Dengan diberikannya pembelajaran remedial bagi peserta didik yang belum mencapai tingkat ketuntasan belajar, maka peserta didik ini memerlukan waktu lebih lama daripada mereka yang telah mencapai tingkat penguasaan. Mereka juga perlu menempuh penilaian kembali setelah mendapatkan program pembelajaran remedial.
2.1. Prinsip Pembelajaran Remedial
Pembelajaran remedial merupakan pemberian perlakuan khusus terhadap peserta didik yang mengalami hambatan dalam kegiatan belajarnya. Hambatan yang terjadi dapat berupa kurangnya pengetahuan dan keterampilan prasyarat atau lambat dalam mecapai kompetensi. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran remedial sesuai dengan sifatnya sebagai pelayanan khusus antara lain:
1. Adaptif
Setiap peserta didik memiliki keunikan sendiri-sendiri. Oleh karena itu program pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecepatan, kesempatan, dan gaya belajar masing-masing. Dengan kata lain, pembelajaran remedial harus mengakomodasi perbedaan individual peserta didik.
2. Interaktif
Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk secara intensif berinteraksi dengan pendidik dan sumber belajar yang tersedia. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa kegiatan belajar peserta didik yang bersifat perbaikan perlu selalu mendapatkan monitoring dan pengawasan agar diketahui kemajuan belajarnya. Jika dijumpai adanya peserta didik yang mengalami kesulitan segera diberikan bantuan.
3. Fleksibilitas dalam Metode Pembelajaran dan Penilaian
Sejalan dengan sifat keunikan dan kesulitan belajar peserta didik yang berbeda-beda, maka dalam pembelajaran remedial perlu digunakan berbagai metode mengajar dan metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
4. Pemberian Umpan Balik Sesegera Mungkin
Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada peserta didik mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin. Umpan balik dapat bersifat korektif maupun konfirmatif. Dengan sesegera mungkin memberikan umpan balik dapat dihindari kekeliruan belajar yang berlarut-larut yang dialami peserta didik.
5. Kesinambungan dan Ketersediaan dalam Pemberian Pelayanan
Program pembelajaran reguler dengan pembelajaran remedial merupakan satu kesatuan, dengan demikian program pembelajaran reguler dengan remedial harus berkesinambungan dan programnya selalu tersedia agar setiap saat peserta didik dapat mengaksesnya sesuai dengan kesempatan masing-masing.
2.2. Pelaksanaan Pembelajaran Remedial
Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar. Sehubungan dengan itu, langkah-langkah yang perlu dikerjakan dalam pemberian pembelajaran remedial meliputi dua langkah pokok, yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar, dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial.
1. Diagnosis Kesulitan Belajar
a. Tujuan
Diagnosis kesulitan belajar dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar peserta didik. Kesulitan belajar dapat dibedakan menjadi kesulitan ringan, sedang dan berat.
• Kesulitan belajar ringan biasanya dijumpai pada peserta didik yang kurang perhatian di saat mengikuti pembelajaran.
• Kesulitan belajar sedang dijumpai pada peserta didik yang mengalami gangguan belajar yang berasal dari luar diri peserta didik, misalnya faktor keluarga, lingkungan tempat tinggal, pergaulan, dsb.
• Kesulitan belajar berat dijumpai pada peserta didik yang mengalami ketunaan pada diri mereka, misalnya tuna rungu, tuna netra¸tuna daksa, dsb.
b. Teknik
Teknik yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kesulitan belajar antara lain: tes prasyarat (prasyarat pengetahuan, prasyarat keterampilan), tes diagnostik, wawancara, pengamatan, dsb.
• Tes prasyarat adalah tes yang digunakan untuk mengetahui apakah prasyarat yang diperlukan untuk mencapai penguasaan kompetensi tertentu terpenuhi atau belum. Prasyarat ini meliputi prasyarat pengetahuan dan prasyarat keterampilan.
• Tes diagnostik digunakan untuk mengetahui kesulitan peserta didik dalam menguasai kompetensi tertentu. Misalnya dalam mempelajari operasi bilangan, apakah peserta didik mengalami kesulitan pada kompetensi penambahan, pengurangan, pembagian, atau perkalian.
• Wawancara dilakukan dengan mengadakan interaksi lisan dengan peserta didik untuk menggali lebih dalam mengenai kesulitan belajar yang dijumpai peserta didik.
Pengamatan (observasi) dilakukan dengan jalan melihat secara cermat perilaku belajar peserta didik. Dari pengamatan tersebut diharapkan dapat diketahui jenis maupun penyebab kesulitan belajar peserta didik.
2. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial
Setelah diketahui kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik, langkah berikutnya adalah memberikan perlakuan berupa pembelajaran remedial. Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial antara lain:
• Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda. Pembelajaran ulang dapat disampaikan dengan cara penyederhanaan materi, variasi cara penyajian, penyederhanaan tes/pertanyaan. Pembelajaran ulang dilakukan bilamana sebagian besar atau semua peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar atau mengalami kesulitan belajar. Pendidik perlu memberikan penjelasan kembali dengan menggunakan metode dan/atau media yang lebih tepat.
• Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan. Dalam hal pembelajaran klasikal peserta didik mengalami kesulitan, perlu dipilih alternatif tindak lanjut berupa pemberian bimbingan secara individual. Pemberian bimbingan perorangan merupakan implikasi peran pendidik sebagai tutor. Sistem tutorial dilaksanakan bilamana terdapat satu atau beberapa peserta didik yang belum berhasil mencapai ketuntasan.
• Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus. Dalam rangka menerapkan prinsip pengulangan, tugas-tugas latihan perlu diperbanyak agar peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan tes akhir. Peserta didik perlu diberi latihan intensif (drill) untuk membantu menguasai kompetensi yang ditetapkan.
• Pemanfaatan tutor sebaya. Tutor sebaya adalah teman sekelas yang memiliki kecepatan belajar lebih. Mereka perlu dimanfaatkan untuk memberikan tutorial kepada rekannya yang mengalami kelambatan belajar. Dengan teman sebaya diharapkan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar akan lebih terbuka dan akrab.
3. Waktu Pelaksanaan Pembelajaran Remedial
Terdapat beberapa alternatif berkenaan dengan waktu atau kapan pembelajaran remedial dilaksanakan. Pertanyaan yang timbul, apakah pembelajaran remedial diberikan pada setiap akhir ulangan harian, mingguan, akhir bulan, tengah semester, atau akhir semester. Ataukah pembelajaran remedial itu diberikan setelah peserta didik mempelajari SK atau KD tertentu? Pembelajaran remedial dapat diberikan setelah peserta didik mempelajari KD tertentu. Namun karena dalam setiap SK terdapat beberapa KD, maka terlalu sulit bagi pendidik untuk melaksanakan pembelajaran remedial setiap selesai mempelajari KD tertentu. Mengingat indikator keberhasilan belajar peserta didik adalah tingkat ketuntasan dalam mencapai SK yang terdiri dari beberapa KD, maka pembelajaran remedial dapat juga diberikan setelah peserta didik menempuh tes SK yang terdiri dari beberapa KD. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa SK merupakan satu kebulatan kemampuan yang terdiri dari beberapa KD. Mereka yang belum mencapai penguasaan SK tertentu perlu mengikuti program pembelajaran remedial.
Hasil belajar yang menunjukkan tingkat pencapaian kompetensi melalui penilaian diperoleh dari penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses diperoleh melalui postes, tes kinerja, observasi dan lain-lain. Sedangkan penilaian hasil diperoleh melalui ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester.
3. Hasil Belajar Siswa
Setiap proses belajar akan menuai hasil belajar. Menurut Jhon M. Keller (dalam Mulyono 2003:39) hasil belajar merupakan keluaran dari suatu system pemrosesan berbagai masukan yang berupa informsi.
Menurut Winkel (1999:53), hasil belajar adalah suatu aktifitas mental dan psiis yang berlangsung dalam interaktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai dikap. Perubahan ini bersifat relative konstan, dan berbekas.
Hasil belajar adalah informasi tentang pengetahuan sikap-sikap dan prilaku serta keterampilan selama rentang waktu tertentu. jadi hasil belajar tidak hanya berupa pengetahuan yang diterima seseorang dalam bentuk angka, namun dapat berupa prilaku atau aktifitas siswa yang dinyatakan dalam bentuk kata-kata, misalnya : baik, cukup, dan kurang. (Nawawi dalam Yulizar, 2004:4)
Sedangkan Dimyati dam Mujiono (2003:3) menyatakan bahwa hasil belajar merupakan suatu puncak hasil nelajar, yang merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar dan biasanya di tunjukan dengan nilai tes yang diberikan oleh guru.
Jadi dapt disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan ukuran keberhasilan siswa dalam memahami pelajaran yang diberikan oleh guru yang dapat dilihat dari nilai tes yang diberikan dalam bentuk angka atau skor.
4. Mata Pelajaran Ekonomi
Istilah ekonomi berasal dari kata oikonomeia (yunani) yang terdiri dari dua kata yaitu oikos dan nomos. Oikos berarti rumah tangga sedangkan nomos berarti norma atau aturan. Dengan demikian ekonomi berarti aturan mengenai rumah tangga. Ilmu ekonomi merupakan ilmu social. Sebagai ilmu social, ilmu ekonomi lebih menekankan titik perhatiannya kepada manusia dan pencarian cara-cara terbaik yang menyediakan berbagai materi secara memadai demi memungkinkan setiap orang untuk memenuhi kebutuhannya.
Ilmu ekonomi juga dikatakan sebagai ilmu tentang prilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupn ya yang bervariasi, dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi, konsumsi, dan/atau distribusi. Dan menurut Oman (2004) ilmu ekonomi adalah ilmu yang memperlajari daya upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraannya. Sedangkan menurut Nurhadi (2002:2), ilmu ekonomi juga merupakan cabang ilmu pengetahuan yang memberikan pengertian tentang gejala-gejala masyarakat yang timbul karena perbuatan manusia dalam usaha nya untuk memenuhi kebutuhan atau mencapai kemakmuran.
Dari brbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tindakan atau prilaku manusia dalam memanfaatkan sumber daya yang terbatas guna memenuhi kebutuhannya sehingga dapat mencapai kemakmuran.
Adapun fungsi mata pelajaran ekonomi dalam kurikulum 2004 adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam untuk berekonomi, dengan cara mengenal berbagai kenyataan dan peristiwa ekonomi, memahami konsep dan teori serta berlatih dalam memecahkan masalah ekonomi yang terjadi di lingkungan masyarakat.
Selain fungsi si atas, mata pelajaran ekonomi juga bertujuan untuk:
1. membekali siswa dengan sejumlah konsep ekonomi untuk mengetahui dan mengerti peristiwa ekonomi dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang terjad di lingkungan setingkat individu/ rumah tangga, masyarakat dan negara.
2. membekali siswa sejumlah konsep ekonomi yang diperlukan untuk mendalami ilmu ekonomi pada jenjang berikutnya
3. membekali siswa nilai-nilai serta etika ekonomi dan memiliki jiwa wirausaha
4. meningkatkan kemampuan berkompetisi dan bekerja sama dalam masyarakat yang majemuk, baik dalam skala nasional maupun internasional.
F. Hipotesis Penelitian
Ha: ada pengaruh pelaksanaan pembelajaran remedial terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Indralaya
Ho: tidak ada pengaruh pelaksanaan pembelajaran remedial terhadap hasil belajar di SMAN 1 Indralaya.
G.Metodelogi Penelitian
1. Variable Penelitian
Variable bebas (X) : Pembelajaran Remedial
Variabel terikat (Y) : hasil belajar
2. Definisi Operasional Variable
Pembelajaran remedial merupakan pembelajaran perbaikan yang digunakan untuk mengatasi dan memperbaiki kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Jadi objek dari pembelajaran remedial adalah siswa yang mengalami kesulitan atau kegagalan dalam belajar.
Hasil belajar merupakan ukuran keberhasilan siswa dalam memahami pelajaran yang diberikan oleh guru yang dapat dilihat dari nilai tes yang diberikan dalam bentuk angka atau skor.
Jadi langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah :
1. Melakukan penyampaian materi pelajaran kepada seluruh siswa selam tiga kali tatap muka
2. memberikan tes/ ujian terhadap materi yang telah diajarkan sebelumnya.
3. menganalisis hasil belajar/ ujian siswa yang telah diteskan sebelumnya, lalu mengelompokan siswa anatara yang berhasil dan yang gagal dalam tes yang telah diberikan.
4. memberikan pembelajaran remedial bagi siswa-siswa yang mengalami kesulitan/gagal dalam belajarnya.
5. memberikan tes kedua kepada siswa-siswa yang mengalami kesulitan/gagal belajar.
6. menganalisis hasil belajar/ujian yang diteskan, kemudian mengelompokan siswa yang berhasil dan gagal dalam belajar.
7. menganalisis data yang didapat dari langkah-langkah di atas.
3. Populasi Dan Sampel Penelitian
Populasi dapat diartikan sebagai subjek atau objek yang berada pada suatu wilayah yang memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 1 Indralaya.
Sample adalah sebagian dari populasi yang diambil dan dapat mewakili populasi. Sample penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Indralaya kelas X.A dan X.B, XI.IS.A dan XI.IS.B, XII.IS.A dan XII.IS.B yang mengalami kesulitan dalam belajar yang dilakukan dengan metode purposive sampling.
4. Rancangan Eksperimen:
Penelitian ini menggunakan metode Pre Experimental design dengan bentuk one-shot case study. Dalam penelitian ini hasil penelitian dapat dilihat dengan membandingkan keadaan sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Adapun tahap-tahap dalam penelitian ini adalah :
1. Tahap persiapan
a. studi pustaka
b. observasi di sekolah
c. menyiapkan alat dan bahan, yang terdiri dari :
• buku panduan (paket dan buku penunjang) pelajaran ekonomi SMA kelas X, XI, dan XII.
• media lain yang berhubungan
2. Tahap pelaksanaan
a. pembuatan proposal penelitian
b. melakukan pengajaran di sekolah agar diketahui sample yang akan kita teliti.
3. Tahap penyelesasian
a. melakukan pembelajaran remedial bagi siswa-siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.
b. Memberikan tes pada siswa-siswa tersebut setelah diberi perlakuan(pembelajaran remedial)
c. Pengumpulan dan analisis data
d. Menyimpulkan hasil penelitian.
5. teknik pengumpulan data
a. dokumentasi
teknik ini digunakan untuk memperoleh data secara umum, yaitu mrngenai jumlah siswa di SMAN 1 Indralaya. Selain itu teknik ini digunakan untuk memperoleh data hasil belajar yan g telah dicapai peserta didik pada mata pelajaran ekonomi.
b. Tes
Tes dilakukan untuk memperoleh data hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi. Dalam penelitian ini menggunakan tes hasil belajar yang sitempatkan sebagai variable terikat yang mengukur penguasaan siswa sebagai hasil proses belajar.
Dalam penelitian ini, instrument tes diukur dengan melakukan pengujian validitas dan realibilitas tes. Taraf validitas suatu tes dinyatakan dalam suatu koefisien bilangan antara -1,00 samapi 1,00. koefisien validitas dapat dihitung dengan menggunakan teknik kolerasi product moment.
r
Tuesday, 23 June 2009
Because of you- Kelly Clarkson, lirycs
I will not make the same mistake that u did
i will not myself cause my hear so much invery
i will not break the way you did you fell so hard
i've learned the hard way to never let it get that for
because of you i'm never stray to far from the sidewalk
because of you i learned to play on the safe side so I no get hurt
because of you i find in hard to trust not only me but everyone arround me
because of you i am afraid
i lose my way and it's too long before you point it out
i cannot cry because i know that's weakness in your eyes
i'm force to fake a smile, a laugh everyday of my life
my heart can't possibly break when it wasn't even hold start with
because of you...
I wacht you day, i heard you cry every night in u'r sleep
i was so young, you should have to know better than to learn on more
you never throught of anyone else you just saw your pain and now i cry in the middle of the night for the same damn thing
because of you i never stray to far from the sidewalk
because of you i learned to play on the safe side so i don't get hurt
because of you i tried my hardest just to forget everything
because of you i don't know how to let everyone else in
because of you i'm ashamed of my life because it's empty
because of you i am afraid
because of yo 2X
i will not myself cause my hear so much invery
i will not break the way you did you fell so hard
i've learned the hard way to never let it get that for
because of you i'm never stray to far from the sidewalk
because of you i learned to play on the safe side so I no get hurt
because of you i find in hard to trust not only me but everyone arround me
because of you i am afraid
i lose my way and it's too long before you point it out
i cannot cry because i know that's weakness in your eyes
i'm force to fake a smile, a laugh everyday of my life
my heart can't possibly break when it wasn't even hold start with
because of you...
I wacht you day, i heard you cry every night in u'r sleep
i was so young, you should have to know better than to learn on more
you never throught of anyone else you just saw your pain and now i cry in the middle of the night for the same damn thing
because of you i never stray to far from the sidewalk
because of you i learned to play on the safe side so i don't get hurt
because of you i tried my hardest just to forget everything
because of you i don't know how to let everyone else in
because of you i'm ashamed of my life because it's empty
because of you i am afraid
because of yo 2X
Sunday, 21 June 2009
Kisah Seorang Pendoa
Ketika ku mohon kpd Allah kekuatan,
Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat.
Ketika kumohon kpd Allah kebijaksanaan,
Allah memberiku masalah untuk kupecahkan.
Ketika kumohon kpd Allah kesejahteraan,
Allah memberiku akal untuk berpikir.
Ketika kumohon kpd Allah keberanian,
Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi.
Ketika kumohon kpd Allah sebuah cinta,
Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk ku tolong.
Ketika kumohon kpd Allah bantuan,
Allah memberiku kesempatan.
Aku tak pernah menerima apa yg aku pinta, tapi aku menerima segala yg aku butuhkan, dan doaku terjawab sudah.
Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat.
Ketika kumohon kpd Allah kebijaksanaan,
Allah memberiku masalah untuk kupecahkan.
Ketika kumohon kpd Allah kesejahteraan,
Allah memberiku akal untuk berpikir.
Ketika kumohon kpd Allah keberanian,
Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi.
Ketika kumohon kpd Allah sebuah cinta,
Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk ku tolong.
Ketika kumohon kpd Allah bantuan,
Allah memberiku kesempatan.
Aku tak pernah menerima apa yg aku pinta, tapi aku menerima segala yg aku butuhkan, dan doaku terjawab sudah.
Wednesday, 17 June 2009
Wednesday, 27 May 2009
Kerispatih - lirik
Untuk pertama kali
Aku temukan lagi sebuah cinta
Di dalam aura hadir mu
Aku rasakan kelembutan hati
Di mimpi indah kasih ku
Kita bisa nikmati rasa ini
walau segalanya jelas terlarang
Kita bisa saling menyayangi dan mencoba
Tak perduli keadaan ini
Dan untuk pertama kali
Cinta ku terbagi
Dan ku ingin milikinya
Dan untuk perama kali
Ku sangkali janji
Dan bahagia mencintanya
Aku temukan lagi sebuah cinta
Di dalam aura hadir mu
Aku rasakan kelembutan hati
Di mimpi indah kasih ku
Kita bisa nikmati rasa ini
walau segalanya jelas terlarang
Kita bisa saling menyayangi dan mencoba
Tak perduli keadaan ini
Dan untuk pertama kali
Cinta ku terbagi
Dan ku ingin milikinya
Dan untuk perama kali
Ku sangkali janji
Dan bahagia mencintanya
Kertas - lirik
Selamat Tinggal Kekasih
Katakan ini hanya Hanyalah mimpi
Yg seharusnya Tak kau katakan
Bagaikan petir di siang hari
Menghanguskan aku
Selamat tinggal kekasih
Selamat tinggal sayangku
kekasih terbaik yg pernah singgah di hati ku
Jangan pernah kembali
Duhai sayangku
jikalau aku selalu
menghambat langkah mu
Semua ku lakukan
Karena sayangku
Ternyata kau salah menilai
Selamat tinggal kekasih
Selamat tinggal sayangku
kekasih terbaik yg pernah singgah di hati ku
Jangan pernah kembali
jangan pernah kesini
Kekasih terbaik yg pernah singgah di hati ku
Katakan ini hanya Hanyalah mimpi
Yg seharusnya Tak kau katakan
Bagaikan petir di siang hari
Menghanguskan aku
Selamat tinggal kekasih
Selamat tinggal sayangku
kekasih terbaik yg pernah singgah di hati ku
Jangan pernah kembali
Duhai sayangku
jikalau aku selalu
menghambat langkah mu
Semua ku lakukan
Karena sayangku
Ternyata kau salah menilai
Selamat tinggal kekasih
Selamat tinggal sayangku
kekasih terbaik yg pernah singgah di hati ku
Jangan pernah kembali
jangan pernah kesini
Kekasih terbaik yg pernah singgah di hati ku
Armada- lirik
Bukan Dewa
Aku telah disakiti oleh kamu
Aku telah dikhianati oleh kamu
Kau tinggalkan ku
Dan membebankan ku
semua itu
Engkau lepaskan
Semua tanggung jawabmu kepada ku
Tapi tak mengapa
Mungkin ini sudah jalannya
Aku bukanlah dewa
Yang tak pernah berbuat dosa
Aku manusia sama sepertimu
Seperti yg lainnya juga
bukan ku tak memahami mu
Belajarlah tuk mengerti aku
Jangan hanya aku yg mengertimu
Lalu menuruti apa kata mu
Aku telah disakiti oleh kamu
Aku telah dikhianati oleh kamu
Kau tinggalkan ku
Dan membebankan ku
semua itu
Engkau lepaskan
Semua tanggung jawabmu kepada ku
Tapi tak mengapa
Mungkin ini sudah jalannya
Aku bukanlah dewa
Yang tak pernah berbuat dosa
Aku manusia sama sepertimu
Seperti yg lainnya juga
bukan ku tak memahami mu
Belajarlah tuk mengerti aku
Jangan hanya aku yg mengertimu
Lalu menuruti apa kata mu
Kertas- lirik
Piluphobia
Dengan mu semua berwarna
tak ada gelisah ku
Kau pertama yg hinggap
Menembus dinding kalbu ku
Dengan mu aku bahagia
Kau ajari aku bercinta
Terhanyut dan terbawa
Ku dalam kerapuhan itu
Kau pertama yg hinggap menembus dinding kalbuku
Tapi kau menghilang
Setelah engkau tinggalkan aku sendiri
Mengangis pilu ku ratapi perih ku
Sekarang kau pinta aku untuk kembali
Maafkan sayang ku tak sudi lagi
Kau telah sakiti cintaku
Kau telah sakiti, dustai, khianati cintaku o..o...
Dengan mu semua berwarna
tak ada gelisah ku
Kau pertama yg hinggap
Menembus dinding kalbu ku
Dengan mu aku bahagia
Kau ajari aku bercinta
Terhanyut dan terbawa
Ku dalam kerapuhan itu
Kau pertama yg hinggap menembus dinding kalbuku
Tapi kau menghilang
Setelah engkau tinggalkan aku sendiri
Mengangis pilu ku ratapi perih ku
Sekarang kau pinta aku untuk kembali
Maafkan sayang ku tak sudi lagi
Kau telah sakiti cintaku
Kau telah sakiti, dustai, khianati cintaku o..o...
Kerispatih -lirik
Rahasia Cinta
saat ini tatap mata ku
Ada kesungguhan disana kau dapati
Seerat mungkin tatap mata ku
Dan rasakan kehadiran ku
Untuk mu
cinta ku bukan cinta sempurna
Tapi cukup hati ini kau miliki
Demikianlah luasnya diri mu sayang
Disanalah tempat jiwa ku persembahkan
Kau jadi bagian hidup ku
Saat ini dan ku hara juga esok nanti
Berharaplah kita selalu bersama
Di dalam cinta juga duka nestapa
Ingin ku habiskan sisa hidup ini
Berdua selamanya
saat ini tatap mata ku
Ada kesungguhan disana kau dapati
Seerat mungkin tatap mata ku
Dan rasakan kehadiran ku
Untuk mu
cinta ku bukan cinta sempurna
Tapi cukup hati ini kau miliki
Demikianlah luasnya diri mu sayang
Disanalah tempat jiwa ku persembahkan
Kau jadi bagian hidup ku
Saat ini dan ku hara juga esok nanti
Berharaplah kita selalu bersama
Di dalam cinta juga duka nestapa
Ingin ku habiskan sisa hidup ini
Berdua selamanya
lirik-ari
Dicintai Tuk Disakiti
Hanya air mata
Dan sesal ku rasa
Di depan ku kau bercinta
Kau ingkari janji mu
Tuk setia bersama ku
Sayang kau bunuh hati ku
Ku tak ingin dengarkan nama mu
Dan tak ingin lagi menyentuhmu
Pergi dan jangan kembali
Ku ingin sendiri
perjalanan panjang cinta kita
segenap kau hancurkan selamanya
Inikah takdir untuk ku
Dicintai tuk disakiti
Ku tahu kau masih sayang
Dan menyesali segalanya
Sayang maaf ku tak bisa
Hanya air mata
Dan sesal ku rasa
Di depan ku kau bercinta
Kau ingkari janji mu
Tuk setia bersama ku
Sayang kau bunuh hati ku
Ku tak ingin dengarkan nama mu
Dan tak ingin lagi menyentuhmu
Pergi dan jangan kembali
Ku ingin sendiri
perjalanan panjang cinta kita
segenap kau hancurkan selamanya
Inikah takdir untuk ku
Dicintai tuk disakiti
Ku tahu kau masih sayang
Dan menyesali segalanya
Sayang maaf ku tak bisa
Dakwah
Kisah Seorang Pendoa
Ketika ku mohon kpd Allah kekuatan, Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat.
ketika ku mohon kpd Allah kebijaksanaan, Allah memberiku masalah agar aku menjadi kuat.
ketika ku mohon kpd Allah keberanian, Allah memberiku kondisi bahaya untuk ku atasi.
ketika ku mohon kpd Allah sebuah cinta, Allah memberiku orang-orang bermasah untuk ku tolong.
ketika ku mohon kpd Allah bntuan, Allah memberi aku kesempatan.
Aku tak pernah menerima apa yg ku pinta, tapi aku selalu menerima apa yg aku butuhkan.
Dan doaku terjawab sudah.
history of a prayer,
By: deshinta arrova dewi
Mag: tarbawi
Ketika ku mohon kpd Allah kekuatan, Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat.
ketika ku mohon kpd Allah kebijaksanaan, Allah memberiku masalah agar aku menjadi kuat.
ketika ku mohon kpd Allah keberanian, Allah memberiku kondisi bahaya untuk ku atasi.
ketika ku mohon kpd Allah sebuah cinta, Allah memberiku orang-orang bermasah untuk ku tolong.
ketika ku mohon kpd Allah bntuan, Allah memberi aku kesempatan.
Aku tak pernah menerima apa yg ku pinta, tapi aku selalu menerima apa yg aku butuhkan.
Dan doaku terjawab sudah.
history of a prayer,
By: deshinta arrova dewi
Mag: tarbawi
8 Keterampilan Dasar Mengajar
A. Keterampilan Bertanya
Keterampilan bertanya sangat perlu dikuasai oleh guru/instruktur karena hampir pada tiap kegiatan pembelajaran guru mengajakan pertanyaan, dbn kualitas pertanyaan guru menentukan kualitas jawaban siswa.
keterampilan-keterampilan bertanya dibagi 2 sbb:
1. Keterampilan bertanya dasar, dgn komponen-komponennya;
a. Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat.
b.
Keterampilan bertanya sangat perlu dikuasai oleh guru/instruktur karena hampir pada tiap kegiatan pembelajaran guru mengajakan pertanyaan, dbn kualitas pertanyaan guru menentukan kualitas jawaban siswa.
keterampilan-keterampilan bertanya dibagi 2 sbb:
1. Keterampilan bertanya dasar, dgn komponen-komponennya;
a. Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat.
b.
Saturday, 23 May 2009
Desa ku
Beti adl sebuah desa kecil yg ad d kawasan indralaya selatan & yg dulu termasuk kecamatan tanjung batu. Desa yg kecil dgn jumlah penduduk yg relatif sedikit bila dibandingkan dgn desa2 lain sekitarnya. Hanya sekitar 150 kepala keluarga saja.
Penduduk desa ini, sebagian besar bermata pencaharian sbg pedagang kecil yg bejualan dari satu pasar ke pasar yg lain, beda hari beda pula pasar tempat mereka berjualan.
bersambung...
Penduduk desa ini, sebagian besar bermata pencaharian sbg pedagang kecil yg bejualan dari satu pasar ke pasar yg lain, beda hari beda pula pasar tempat mereka berjualan.
bersambung...
Wednesday, 6 May 2009
HIMAPEA FKIP UNSRI
ASSALAMU'ALIKM WR...WB...
SALAM SUPER SAHABAT INDONESIA
Beberapa minggu yang lalu, MUSRA HIMAPEA FKIP telah digelar. dengan proses yang bisa dibilang cukup lancar akhirnya mahasiswa ekonomi akuntansi memutuskan untuk memilih saudara Arba'in sebagai ketua HIMAPEA mengganti Galant Romeo castro yang menjabat sebelumnya. memang selama ini ruang gerak dari HIMAPEA sendiri terbilang masih sangat minim, nah harapan kami ke depan agar dalam kepemimpinan satu tahun ke depan ini HIMAPEA menjadi bangkit. biarlah kemunduran yang terjadi selama bertahun-tahun sebelumnya menjadi tolakan untuk dapat mencapai yang jauh lebih baik, lebih jauh, dan lebih, lebih,lebih.
semangat HIMAPEA !!!!!!
ASSALAMU'ALIKUM WR...WB...
SALAM SUPER SAHABAT INDONESIA
Beberapa minggu yang lalu, MUSRA HIMAPEA FKIP telah digelar. dengan proses yang bisa dibilang cukup lancar akhirnya mahasiswa ekonomi akuntansi memutuskan untuk memilih saudara Arba'in sebagai ketua HIMAPEA mengganti Galant Romeo castro yang menjabat sebelumnya. memang selama ini ruang gerak dari HIMAPEA sendiri terbilang masih sangat minim, nah harapan kami ke depan agar dalam kepemimpinan satu tahun ke depan ini HIMAPEA menjadi bangkit. biarlah kemunduran yang terjadi selama bertahun-tahun sebelumnya menjadi tolakan untuk dapat mencapai yang jauh lebih baik, lebih jauh, dan lebih, lebih,lebih.
semangat HIMAPEA !!!!!!
ASSALAMU'ALIKUM WR...WB...
Subscribe to:
Posts (Atom)



